<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314</id><updated>2012-02-17T02:58:16.819+08:00</updated><category term='kuliah statistik'/><category term='masyarakat pesisir'/><category term='genetika populasi'/><category term='untukmu lautku'/><category term='planktonologi'/><category term='EKOSISTEM'/><category term='budidaya'/><category term='masa sma kelas 3 ipa 3'/><category term='masa kuliah semester 2'/><title type='text'>irfan alwi</title><subtitle type='html'>senandung sang nelayan yang disekolahkan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-2557992263477207445</id><published>2011-05-05T19:41:00.001+08:00</published><updated>2011-05-05T19:47:20.427+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>Proses moulting dan faktor faktornya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Genus panneid  mengalami perhgantian kulit (moulting) secara periodik untuk tumbuh, termasuk udang vanamei. Proses moulting berlangsung dalam 5 tahap yang bersifat kompleks, yaitu postmoulting awal, postmoulting lanjutan, intermoult, premoult, dan moulting. Proses moulting di akhiri dengan pelepasan kulit luar dari tubuh udang. Proses moulting sangat menentukan waktu ablasi induk udang di hatchery dan waktu panen yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Proses moulting &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktu yang dibutuhkan untuk moulting tergantung umur dan jenis udang . saat udang masih kecil (fase tebar atau PL 12), proses moulting trerjadi setiap hari. Dengan bertambahnya umur, siklus moulting semakin lama, antara 7-20 hari sekali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Nafsu makan udang mulai menurun pada 1-2 hari sebelum moulting dan aktivitqaqs makanya berhenti total sesaat akan moulting. Persiapan yang dilakukan udang vanamei sebelum mengalami moulting yaitu dengan menyimpan cadangan makanan berupa lemak di dalam kelenjar pencernaaan (hepatopangkreas).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Umumnya moulting berlangsung pada malam hari. Bila akan moulting, udang vanamei sering muncul kepermukaaan air sambil meloncat –loncat. Gerakan ini bertujuan membantu melonggarkan kulit luar udang dari tubuhnya. Pada saat moulting berlangsung, otot perut melentur, kepala membengkak, dan kulit luar bagian perut melunak. Dengan sekali hentakan, kulit luar udang terlepas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Gerakan tersebut merupakan salah satu cara mempertahankan diri karena cairan moulting (semacam lendir) yang dihasilkan dapat merangsang udang lain untuk melekat dan memangsa (kanibalisme). Udang vanamei akan tampakn lemas dan berbaring di dasar perairan selama 3-4 jam setelah proses moulting selesai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Faktor faktor moulting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Moulting akan terjadi secara teratur pada udang yang sehat. Bobot badan udang akan bertambah setiap kali mengalami moulting. Faktor faktor yang mempengaruhi moulting massal yaitu kondisi lingkungan, gejala pasang, dan terjadi penurunan volume air atau surut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.    Air pasang dan surut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air pasang yang disebabkan bulan purnama bisa merangsang proses moulting pada udang vanamei. Hal ini terutama banyak terjadi pada udang vanamei yang dipelihara di tambak tradisional. Di alam, moulting biasanya terjadi berbarengan dengan saat bulan purnama. Saat itu, air laut mengalami pasang tertinggi sehingga perubahan lingkungan tersebut sudah cukup merangsang udang untuk melakukan moulting. Oleh karena air di tambak hanya mengandalkan pergantian air dari pasang surut air laut. Penambahan volume air pada saat bulan purnama dapat menyebabkan udang melakukan moulting.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penurunan volume air tambak saat persiapan panen ju8ga dapat menyebabkan moulting. Moulting sebelum panen menyebabkan presentase udang yang lembek meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.    Kondisi lingkungan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses moulting akan dipercepat bila kondisi lingkungan mengalami perubahan. Namun demikian, perubahan lingkungan secara drastis dan disengaja jusrtru akan menibulkan trauma pada udang. Beberpa tindakan tersebut diantaranya terlalu sering mengganti air tambak, tidak hati hati saat menyipon (membersihkan tambak), dan pemberian saponin yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.     kegagalan moulting dan pencegahan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses moulting dapat berjalan tidak sempurna atau gagal bila kondisi fisiologis udang tidak normal. Kegagalan tersebut menyebabkan udang menjadi lemah karena tidak mempunyai cukup energi untuk melepaskan kulit lama menjadi kulit baru. Udang yang tidak melakukan moulting dalam waktu lama menunjukan gejala kulit luar ditumbuhi lumut dan protozoa. Usaha pencegahan kegagalan bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti lebih sering mengganti air tambak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;sumber : Rubiyanto Widodo Haliman dan Dian Adijaya S dalam bukunya udang vanamei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-2557992263477207445?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/2557992263477207445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/05/proses-moulting-dan-faktor-faktornya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/2557992263477207445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/2557992263477207445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/05/proses-moulting-dan-faktor-faktornya.html' title='Proses moulting dan faktor faktornya'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-8515628922631644574</id><published>2011-05-01T12:44:00.001+08:00</published><updated>2011-05-01T12:48:50.250+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>sejarah singkat danau tempe</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Hasil rekontruksi Tang, (2005) atas perjalanan perubahan Danau Tempe saat ini  diperoleh bahwa Danau Tempe pada awalnya adalah bagian dari selat yang menghubungkan Selat Makasar yakni Teluk Pare-pare di Sebelah Barat dan Teluk Bone di Sebelah Timur.  Atau dengan kata lain, bahwa Danau Tempe adalah bagian selat yang  memisahkan Sulawesi Bagian selatan dengan bagian Sulawesi lainnya di bagian Utara.  Pernyataan tersebut didasarkan pada Naskah La Gaigo dan tulisan Bompeng Ri Langi  (Enrekang) dan lainnya yang dikutip Cristian Perlas dalam Buku The Bugis (Tang,.2005). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: lucida grande;"&gt;Karena itu, kawasan Danau Tempe saat dulu (saat masih selat) adalah merupakan  kawasan pusat perdagangan yang telah dikenal para pedang luar daerah Sulawesi, sebelum Bandar Maksar yang kemudian menjadi pusat perdagangan wilayah Timur Indonesia (Tang, 2005).  Barang perniagaan yang diperjualbelikan meliputi emas, perak, sutra,  bijih besi, bijih tembaga, arang, beras, keramik,  rempah-rempah, hasil hutan, hasil laut, budak dan lain-lain. Pergerakan lempengan dan proses sedimentasi yang terus menerus membuat selat menyempit dan mendangkal. Sehingga yang tersisa saat ini adalah tiga wilayah perairan yang terpisah, yakni Danau Tempe, Danau Buaya, dan  Danau Sidenreng (yang pada awalnya adalah satu kesatuan yaitu Danau Tempe), serta Sungai Cenrana yang menghubungkan Danau Tempe ke Teluk Bone.  Kalau ketiga danau itu disatukan oleh genangan air pada elevasi 10 m dpl akan memiliki luasan hingga 47.800 Ha (Bappeda Kab. Wajo, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt;Pertumbuhan penduduk yang dibarengi oleh peningkatan kebutuhan pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat di sekitar danau dan hulu sungai yang bermuara ke Danau Tempe membuat Keberadaan Danau Tempe  semakin terdesak.  Luas Danau Tempe yang betul-betul tergenang pada  tahun 1976 mencapai 35.000 Ha dengan kedalaman maksimal mencapai 9.5 m dan pada  tahun 1997 luasan mulai menyempit hingga mencapai 30.000 Ha dengan kedalaman maksimum 5-7 m yang mana di saat musim kering kedalaman maksimal hanya 2 m. (Arief, 1977).  Luas Danau Tempe Normal sebagaimana catatan Arief (1997) pada saat itu (tahun 1997) adalah 9.400 Ha dan data tahun 2006 menunjukkan bahwa Danau Tempe saat normal hanya tergenang 9000 Ha saja.  Saat ini, luasan muka air danau bisa mencapai 47.800 Ha hanya ketika terjadi banjir besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : DKP Kabupaten Wajo&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="100" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-8515628922631644574?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/8515628922631644574/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/05/sejarah-singkat-danau-tempe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8515628922631644574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8515628922631644574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/05/sejarah-singkat-danau-tempe.html' title='sejarah singkat danau tempe'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-8414454350652862854</id><published>2011-04-20T10:28:00.004+08:00</published><updated>2011-04-20T10:39:44.644+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>Mengenal lebih jauh mengenai padang lamun</title><content type='html'>Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai lamun, kita perlu mengetahui apa sebenarnya lamun dan perananya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Padang lamun&lt;/span&gt; adalah ekosistem khas laut dangkal di perairan hangat dengan dasar pasir dan didominasi tumbuhan lamun, sekelompok tumbuhan anggota bangsa Alismatales yang beradaptasi di air asin.Padang lamun hanya dapat terbentuk pada perairan laut dangkal (kurang dari tiga meter) namun dasarnya tidak pernah terbuka dari perairan (selalu tergenang). Ia dapat dianggap sebagai bagian dari ekosistem mangrove, walaupun padang lamun dapat berdiri sendiri. Padang lamun juga dapat dilihat sebagai ekosistem antara ekosostem mangrove dan terumbu karang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Padang Lamun memiliki  memiliki fungsi yang cukup banyak, hal ini disebabkan hamparan padang lamun yang banyak terdapat keanekaragaman hayati." Padang lamun dihuni ribuan makhluk dalam satu meter persegi.  Organisme ini terdiri dari udang kecil, ikan kecil , ikan predator, dan kura-kura, bahkan kuda laut. Lamun tidak hanya menyediakan tempat berlindung dan tempat pemijahan  untuk organisme laut, tetapi juga menyediakan sumber makanan yang melimpah bagi berbagai organisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain menyediakan tempat berlindung, tempat memijah dan sumber makanan, padang lamun juga memiliki banyak fungsi penting lainnya seperti, melindungi pantai dari arus dan ombak, sehingga mengurangi terjadinya erosi. Kedua, padang lamun juga membantu dalam mengurangi eutrofikasi dan meningkatkan kejernihan air. Kejernihan air akan meningkat karena lamun memiliki akar yang lebat sehingga mengurangi terjadinya sedimentasi dengan cara menjebak sedimen diantara bilah lamun. Namun hal Ini mengurangi nutrisi dari limpasan tanah karena padang lamun menggunakan nutrisi sebagai sumber makanan. Ketika nutrisi yang berlebihan dan beban yang diakibatkan oleh sedimentasi air, tanaman yang tidak diinginkan seperti ganggang dapat mengambil alih. Dengan adanya alga dan sedimentasi, sinar matahari berkurang maka dapat meningkatkan kecendrungan kematian pada lamun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terjadi Penurunan tutupan padang lamun di seluruh dunia, yang di akibatkan limbah logam. " contoh kasus Di Florida sendiri, telah terjadi penurunan 35% tutupan padang lamun." Penurunan ini terjadi terutama karena polusi, kualitas air yang buruk, pembangunan kawasan pesisir, degradasi rawa pasang surut, terjadinya pengikisan, anchoring perahu, dan kerusakan yang diakibatkan oleh jangkar kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain fungsi ekologis lamun juga memiliki fungsi ekonomis, yang mana dapat dijadikan barang komersial sepert barang-barang fungsional dan dekoratif. Beberapa item yang terbuat dari lamun adalah keranjang, tikar,furnitur dan banyak item lain. Di bagian belahan dunia yang lain, lamun  digunakan untuk isolasi rumah, atap seperti halnya jerami, dan bahan isian untuk bantal dan kasur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;contoh produk yang dihasilkan dari lamun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-KGTa_uFbDaw/Ta5FqchQgWI/AAAAAAAAAJY/yqrBTggjP9E/s1600/rak%2Bmajalah.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 266px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KGTa_uFbDaw/Ta5FqchQgWI/AAAAAAAAAJY/yqrBTggjP9E/s320/rak%2Bmajalah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597487982380613986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VXLl1SYDn3o/Ta5GppV4gvI/AAAAAAAAAJg/0W-_TBkeAY4/s1600/t4%2Bsampah%2Bkertas.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 253px; height: 253px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VXLl1SYDn3o/Ta5GppV4gvI/AAAAAAAAAJg/0W-_TBkeAY4/s320/t4%2Bsampah%2Bkertas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597489068154323698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;http://hubpages.com/hub/Seagrass&lt;br /&gt;http://wikipedia.org/padanglamun&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="100" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-8414454350652862854?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/8414454350652862854/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/04/mengenal-lebih-jauh-mengenai-padang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8414454350652862854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8414454350652862854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/04/mengenal-lebih-jauh-mengenai-padang.html' title='Mengenal lebih jauh mengenai padang lamun'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KGTa_uFbDaw/Ta5FqchQgWI/AAAAAAAAAJY/yqrBTggjP9E/s72-c/rak%2Bmajalah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-5735495507575993860</id><published>2011-04-19T17:47:00.003+08:00</published><updated>2011-04-19T17:57:40.567+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>Pemeliharaan dan pemulihan produktivitas perikanan terumbu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;Dewasa ini tidak bisa dipungkiri lagi bahwa, telah terjadi penurunan produktivitas perikanan terumbu khususnya di Indonesia, hal ini tidak luput dari perbuatan manuasia yang sering kali menjadikan alam sebagai korban dalam setiap kegiatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Adapun beberapa langkah yang dapat di tempu untuk pemulihan dan pemeliharaan produktivitas perikanan terumbu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;1.    &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Perubahan ke praktek-praktek perikanan yang kurang  merusak /ramah lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Hal ini merupakan salah satu langkah pertama yang paling mendasar dalam penyelamatan ataupun pemulihan produktivitas perikanan terumbu. Misalnya : membuat peraturan mengenai alat tangkap yang dilarang dalam penangkapan, dimana alat yang dimaksud adalah jenis alat tangkap yang dapat merusak ekosistem ataupun menangkap ikan ataupun organism lainya yang belum memijah.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;2.   Peningkatan populasi ikan secara buatan (Hatcheri-hatcheri)tujuan pemanfaatan potensi hatcheri yaitu meliputi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Membangun kembali populasi spesies yang menurun/terancam &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan kelestarian populasi di alam bebas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mempercepat pemulihan populasi yang rusak oleh bencana (kemarau, badai, banjir, pencemran) &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Adapun hambatan dalam peningkatan poulasi ikan secara buatan yakni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Gagal bertahan hidup &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terlalu mahal untuk diproduksi &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terlalu sedikit untuk membuat perbedaan kuantitatif di alam bebas &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak masuk populasi breeding&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menunda pekerjaan dari manajemen yang lebih efektif yang dapat terukur untuk melindungi  stok sisa di alam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memasukkan atau memfasilitasi penyebaran penyakit dan parasit pada populasi di alam Mengarah ke invasi spesies-spesies eksotik yang merusak zona lokal&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Hanya menguntungkan spesies-spesies estuaria, anadromous atau air tawar yang terseleksi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merubah atau merusak genetik stok alam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merusak daya tarik dalam konservasi yang  berkelanjutan dan stok-stok alam yang asli&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;3.    Alterasi habitat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;.    Terumbu buatan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Salah satu alterasi habitat yaitu pembuatan terumbu buatan, dimana berfungsi sebagai :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Mengkonsentrasikan organisme untuk penangkapan yang lebih efisien&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melindungi organisme kecil/juvenil dan daerah pengasuhan dari pengrusakan alat tangkap&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan produktivitas alami dengan memberikan habitat baru bagi organisme sesil untuk melekat permanen dan selanjutnya diikuti oleh terbentuknya suatu asosiasi rantai makanan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menciptakan habitat baru dengan meniru terumbu alami untuk menarik spesies target&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;B.    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Alterasi dan restorasi habitat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Habitat tropis yang penting untuk restorasi adalah mangrove, padang lamun, terumbu karang dan rawa pasang surut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Tehnik-tehnik restorasi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="font-family: times new roman;"&gt;&lt;li&gt;Menghilangkan tekanan-tekanan &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan ketersediaan substrat untuk penempelan larva&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Trasplantasi karang dari suatu daerah ke daerah yang lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menciptakan habitat baru dengan meniru terumbu alami untuk menarik spesies target&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;4.    Introduksi spesies eksotik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;5.    Perlindungan daerah secara permanen &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Salah satu yang dapat dilakukan yaitu Terminologi daerah perlindungan laut  seperti CPL, zona tidak ada penangkapan, daerah konservasi, daerah inti, santuaria, zona non konsumtif, zona pelengkap, zona reservasi, zon preservasi, taman atau kotak perlindungan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed style="font-family: times new roman;" src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="100" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-5735495507575993860?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/5735495507575993860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/04/pemeliharaan-dan-pemulihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/5735495507575993860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/5735495507575993860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/04/pemeliharaan-dan-pemulihan.html' title='Pemeliharaan dan pemulihan produktivitas perikanan terumbu'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-3090250733502265031</id><published>2011-03-04T08:14:00.002+08:00</published><updated>2011-03-04T08:20:33.409+08:00</updated><title type='text'>tahapan perencanaaan pengelolaan sumberdaya perikanan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1)    Identifikasi isu dan masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahapan awal dari rencana pengelolaan sumberdaya perikanan yaitu identifikasi isu dan masalah, kerusakan ekosistem akibat alat yang tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti bom, penggunaan bom berdampak pada penurunan stok yang ditandai pada menurunnya hasil tangkapan nelayan, diversitas ikan, dan lain-lain. Salah satu identifikasi isu dan masalah yaitu degradasi ekosistem karang yang dapat disebabkan oleh gangguan antropogenik misalnya kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu isu dan masalah dapat diidentifikasi dengan melihat hasil tangkapan pada beberapa jenis populasi ikan tertentu yang mulai mengalami penurunan. Misalnya berdasarkan data hasil penelitian, jumlah hasil tangkapan ikan tuna di selat Makassar setiap tahunnya mengalami penurunan akibat overfishing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2)    Perumusan tujuan dan sasaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Langkah kedua dalam perencanaan pengeloaan sumberdaya perikanan yaitu Perumusan tujuan berdasarkan masalah yang diidentifikasi baik dari beberepa aspek misalnya segi ekologi, biologi, social ekonomi, peraturan dan kelembagaan yang berdampak pada stok dengan tujuan akhir diharapkan bisa menyelesaikan masalah yang ada. Termasuk kontribusi terhadap sosial ekonomi masyarakat nelayan. Dalam perumusan tujuan dan sasaran dilakukan secara bersama antara pemegang otoritas dan stakeholders yang ikut dalam wilayah yang menjadi target untuk pengelolaan termasuk keterkaitan disiplin ilmu ikut dalam perumusan tersebut. Perumusan tujuan harus dalam bentuk target jangka pendek dan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    Perumusan tujuan dan sasaran harus berada pada proporsi menjaga keseimbangan ekosistem/habitat, menjaga kapasitas keberlanjutan, alokasi sumberdaya secara optimal, mengurangi konflik, terlebih dapat menguntungkan secara ekonomi dan lain sebagainya. Dari perumusan tujuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan produksi, pendapatan, lapangan kerja, ekonomi, dan keberlanjutan sumberdaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3)    Pengumpulan data dan informasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber data dan informasi ada dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui proses pengambilan data secara langsung dilapangan melalui riset, penelitian, wawancara, dan lain-lain. Sedangkan data sekunder dapat diperoleh melalui data yang sudah ada pada lembaga-lembaga terkait misalnya dinas kelautan dan perikanan, perguruan tinggi, perusahaan/industri, dan lembaga swadaya masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;salah satu contoh data yang diperlukan misalnya kondisi tutupan karang di pulau barrang lompo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4)    Analisis data dan informasikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Analisis data dan informasi menjadi acuan dalam merumuskan rencana pengelolaan sumberdaya perikanan misalnya untuk mengetahui potensi lestari suatu kawasan perairan dapat dihitung dengan model Maximum Sustainable Yield (MSY). Dengan model MSY dapat diasumsikan hasil tangkapan maksimum pada periode tertentu tidak menurunkan hasil tangkapan periode berikutnya, karena cadangan sisa dapat  memulihkan stok. Selain itu MSY cocok pada spesis tunggal, tapi ada juga menerapkan pada multispesis atau  total  biomassa suatu wilayah pengelolaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun dapat juga dilakukan Optimum sustainable Yield. Konsep OSY pada dasrnya berdasar pada konsep MSY dengan tujuan lebih luas tidak terbatas pada keberlanjutan sumberdaya tetapi termasuk keuntungan dan kerugian sosial,  ekonomi,  ekologi, biologi,  teknologi,  hukum, baik pada perikanan komersil maupun rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5)    Konsultasi, negosiasi dan musyawarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsultasi dalam pengelolaan sumberdaya perikanan memerlukan mekanisme yang bersifat lintas disiplin dalam mengkaji kebutuhan dan pelaksanaan pengelolaan sumberdaya perikanan. Dengan mekanisme ini akan menghasilkan suatu kajian yang bersifat interdisiplin. Hal ini dapat dilihat pada beberapa hasil kajian yang menguraikan beberapa aspek fisik lingkungan hingga aspek sosial, ekonomi, kelembagaan dan sarana wilayah. Tidak lepas dari itu, musyawarah dilakukan dengan melibatkan antara otoritas pengelola dan stakeholders secara regular.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konsultasi, negosiasi dan musyawarah dimulai dari identifikasi masalah, perumusan tujuan, peraturan, program, perbaikan, dan laporan kondisi dan keragaan pengelolaan sumberdaya kepada pemberi otoritas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6)    Penetapan alokasi sumberdaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lewat hasil kajian dan data yang diperoleh, dilakukan alokasi berdasarkan perimbangan nelayan, potensi sumberdaya, mencegah  konflik pengguna sumberdaya dan alokasi pemanfaatan sumberdaya berdasarkan ruang dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar dalam penetapan alokasi sumberdaya misalnya berdasarkan hasil analisis potensi lestari perairan selat Makassar berdasrkan potensi lestari model MSY dimana dapat diasumsikan hasil tangkapan pada periode tertentu dan tidak menurunkan hasil tangkapan periode berikutnya karena sisa cadangan dapat memulihkan stok, dengan penetapan alokasi sumberdaya seperti ini akan lebih optimal dalam menjaga keberlanjutan produksi sumberdaya perikanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7)    Perumusan peraturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam perumusan peraturan pengelolaan sumberdaya perikanan perlu memuat tentang:&lt;br /&gt;‐    Peraturan  pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‐    Peraturan bersifat saling mendukung dan tidak menimbulkan tumpang tindih yang dapat berdampak pada timbulnya konflik pemahaman stakeholders.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;‐    Sifat dan ruang lingkup tugas, hak,  kewajiban pengelola, stakeholders, mitra perikanan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;‐    Syarat-syarat input seperti izin penangkapan (jenis alat, jumlah alat, waktu, daerah, ukuran, subsidi, permodalan. serta syarat-syarat output seperti (ukuran ikan, jumlah tangkapan, retribusi, pajak hasil tangkapan dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;‐    Rumusan peraturan  terdiri dari  lebih dari satu alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8)    Pelaksanaan kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan sesuai dengan peraturan dan syarat-syarat yang telah ditetapkan dan disepakati bersama dengan tetap merujuk pada tujuan dan sasaran yang dimuat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9)    Sosialisasi dan Penegakan peraturan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam melaksanakan kegiatan perlu adanya sosialisasi yang efektif dengan maksud semua pihak yang terlibat didalamnya memahami dan menaati perturan yang sudah ditetapkan. Dan lebih lanjut penegakan pelaksanaan peraturan dalam pengelolaan perikanan. Peraturan secara nasional yang tertuang lewat UU termasuk setiap daerah memiliki peraturan sendiri dalam mengelola wilayah dan sumberdaya perikanan berdasarkan otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;10)    Monitoring dan evaluasi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pelaksanaan yang bersifat sustainable perlu adanya monitoring dan evaluasi untuk melihat apakah pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan target yang ditetapkan. Kemudian dalam monitoring dan evaluasi dilakukan dalam bentuk jangka pendek dan jangka panjang. Hasil dari monitoring ini menjadi bahan untuk dilakukan perbaikan kegiatan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;11)    Perbaikan kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melakukan langkah perbaikan (perubahan) program dan peraturan  jika ditemukan  penyimpangan  dalam pencapaian  tujuan  sesuai hasil monitoring dan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Misalnya pada target hasil produksi penangkapan ikan layang di perairan selat Makassar mengalami penurunan setiap periode waktu yang sebelumnya diharapkan akan tetap pada titik&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dengan melaksanakan seluruh tahapan pengelolaan di atas maka akan terbentuk menjadi sebuah siklus dalam managemen sumberdaya perikanan yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; penulis : arnold kabangnga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; editor : irfan alwi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-3090250733502265031?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/3090250733502265031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/03/tahapan-perencanaaan-pengelolaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/3090250733502265031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/3090250733502265031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/03/tahapan-perencanaaan-pengelolaan.html' title='tahapan perencanaaan pengelolaan sumberdaya perikanan'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-7611581780579113919</id><published>2011-02-20T10:42:00.002+08:00</published><updated>2011-02-20T11:42:43.492+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>Pentingnya pengetahuan oseanografis dalam pengelolaan sumberdaya perikanan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Pb-FLl4WYc0/TWCNdYkTNCI/AAAAAAAAAJQ/qGfuiTKDSq4/s1600/DSC_0195.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Pb-FLl4WYc0/TWCNdYkTNCI/AAAAAAAAAJQ/qGfuiTKDSq4/s400/DSC_0195.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5575611874635101218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan masyarakat pesisir sering kali terdapat permasalahan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan dimana slaah satu objek yang menjadi sorotan penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yaitu kondisi oseanografis suatu daerah yang menjadi pusat pengelolaan sumberdaya perikanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perbedaan kondisi oseanografis di setiap pulau ataupun daerah disebabkan perbedaaan kondisi oseanografis, sedikt saja terjadi perbedaan kondisi geografis maka akan mengakibatkan maka akan menyebabkan perbedaan kondisi oseanografis. kita lihat realitas yang ada. perbandingan antara keberadaan ekosistem yang ada di pulau samalona dengan pulau saogi, pada pulau saogi terdapat 3 ekosistem yang memiliki peranan penting dalam keseimbangan ekosistem yakni :&lt;br /&gt;1. padang lamun&lt;br /&gt;2. terumbu karang&lt;br /&gt;3. hutan mangrove&lt;br /&gt;sedangkan di pulau samalona hanya terdapat terumbu karang dan sedikit padang lamun, hal ini jelas memperlihatkan bahwa kondisi oseanografis sangat mempengaruhi keberadaan ekosistemdi sebuak kawasan pesisir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merujuk dari hal di atas maka dalam pengelolaan sumberdaya perikanan kita harus memperhatikan aspek oseanografis yang memiliki peranan yang sangat besar terhadap keberhasilan pengelolaan sumberdaya perikanan yang dilaksanakan. untuk contoh yang lebih spesifik lagi yaitu pada program pembuatan program biorock pada suatu wilayah perairan laut, dimana untuk mencapai keberhasilan program biorock itu haruslah memenuhi standar kehidupan karang yang ada, mislanya suhu harus18- 28 'C&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-7611581780579113919?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/7611581780579113919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/02/pentingnya-pengetahuan-oseanografis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/7611581780579113919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/7611581780579113919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2011/02/pentingnya-pengetahuan-oseanografis.html' title='Pentingnya pengetahuan oseanografis dalam pengelolaan sumberdaya perikanan'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-Pb-FLl4WYc0/TWCNdYkTNCI/AAAAAAAAAJQ/qGfuiTKDSq4/s72-c/DSC_0195.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-1130812242007688695</id><published>2010-12-27T00:04:00.003+08:00</published><updated>2010-12-27T00:15:42.923+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masyarakat pesisir'/><title type='text'>sekilas tentang potensi desa palette</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRdp1y1xVzI/AAAAAAAAAJE/iaO4tNk6xa0/s1600/SP_A0130.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRdp1y1xVzI/AAAAAAAAAJE/iaO4tNk6xa0/s400/SP_A0130.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555025038286083890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:78%;" &gt;ket : wisata tanjung palette&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap daerah memiliki potensi masing masing yang jika di kelola dengan baik maka akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,pada postingan kali ini saya akan membahas kondisi ekonomi dan potensi yang ada di desa palette. Desa pelette merupakan salah satu desa yang ada di kabupaten Bone. Desa Palette mempunyai luas wilayah 4.000 km2 dan jumlah penduduknya 1.689 jiwa yang terdiri dari 144 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakat Palette bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap dan petani rumput laut hal ini dikarenakan sebagian wilayah di desa Palette di dominasi oleh pantai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Adapun aspek-aspek ekonomi atau potensi daerah yang ada di desa palette antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Rumput Laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumput laut telah dikenal sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun yang lalu di Indonesia maupun di mancanegara. Pada umumnya rumput laut digunakan sebagai bahan makanan dan minuman, namun seiring dengan berkembangnya IPTEK dewasa ini rumput laut dapat di kembangkan dan manfaatkan dalam berbagai macam industri misalnya tekstil, kosmetik, dan industri kefarmasian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumput laut merupakan salah satu komoditas marikultuer yang saat ini sedang dikembangkan dan merupakan salah satu program pengembangan ekonomi pesisir kelurahan Pallete. Rumput laut merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan mengingat nilai gizi yang dikandungnya. Selain itu, rumput laut dapat dijadikan sebagai bahan makanan seperti agar-agar, sayuran, kue, dodol rumput laut dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasil kering dari rumput laut yang ada di Kelurahan Pallete bisa mancapai 11.000/kg dan basah 3.000/kg. Dengan adanya pengembangan budidaya rumput laut ini juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi kaum perempuan di Pallete. Hal tersebut tentunya menjadi salah satu prioritas utama masyarakat sebagai sumber pendapatan keluarga guna memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Penggunaan Setnet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat tangkap berupa Setnet yang ada di Kelurahan Pallete merupakan hasil bantuan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang. Dengan adanya alat tangkap set net tersebut maka masyarakat nelayan di Pallete lebih mudah dan efisien dalam melakukan penangkapan ikan. Setnet dikatakan memiliki nilai ekonomi karena berperan penting membantu masyarakat nelayan Pallete dalam penangkapan ikan. Keuntungan menggunakan setnet antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o    Hemat bahan bakar karena alat dipasang menetap sehingga kapal tidak perlu berlayar jauh untuk mencari daerah penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;o    Jaring set net yang terpasang di laut dapat digunakan sebagai tempat berlindung (shelter) ikan-ikan yang berukuran kecil sehingga tidak dimakan predator.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;o    Hasil tangkapan ikan relatif segar/masih hidup dan dapat diangkat/diambil sesuai dengan kebutuhan pasar.&lt;br /&gt;o    Mudah dipindahkan dibanding dengan jenis trap yang ada di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;o    Sangat sesuai untuk pengembangan usaha perikanan skala menengah kebawah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya setnet kerja masyarakat sedikit terbantu dan tidak merasa terlalu berat dalam melakukan penangkapan, setelah penangkapan selesai maka masyarakat sekitar membagi hasil dengan pemilik kapal yang digunakan dalam proses penangkapan sesuai hasil kesepakatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Pariwisata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Objek pariwisata yang ada di suatu daerah atau lokasi dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar. Objek wisata yang ada di Kelurahan Pallete berupa pantai atau yang lebih dikenal dengan Tanjung Pallete. Dengan adanya objek pariwisata tersebut masyarakat sekitar dapat memanfaatkannya sebagai salah satu tempat untuk menghasilkan uang. Masyarakat sekitar Kelurahan Pallete ada yang bekerja sebagai petugas kebersihan pantai dengan pendapatan 500.000 per bulannya. Selain itu masyarakat sekitar dapat menggunakan tempat atau objek wisata tersebut dengan berjualan disekitar objek wisata atau pelayanan masyarakat yang berkunjung di objek wisata tersebut. Meskipun demikian tidak terlalu banyak sumbangsih yang diberikan objek wisata tersebut kepada masyarakat sekitar akan tetapi setidaknya ada sebagian kecil masyarakat yang dapat merasakan pengaruh dari keberadaan objek wisata yang ada di desa Palette, kabupaten Bone.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Permasalahan ekonomi sumber daya perikanan di Palette&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Terdapat beberapa permasalahan yang timbul dalam pengelolaan sumberdaya perikanan di desa palette, kabupaten Bone. Adapun permasalahannya tersebut antara lain adalah adanya sekelompok masyarakat melakukan penangkapan secara ilegal. Kegiatan tersebut banyak dilakukan oleh masyarakat daerah lain atau daerah tetangga di desa palette. Mereka melakukan penangkapan ikan yang tidak berwawasan ramah lingkungan, sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada terumbu karang, hal ini sesuai dengan (http://www.scribd.com. Pengelolaan dan permasalahan SDA, 2010) yang menyatakan bahwa maraknya pencurian ikan secara ilegal (ilegal fishing) oleh kapal asing merupakan fenomena yang kontras dan menyakitkan hati masyarakat kita. Betapa tidak kekayaan laut kita dengan seenaknya dirampas oleh nelayan asing, sementara nelayan kita tidak bisa menikmati hasil laut sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ilegal fishing yang dilakukan oleh para nelayan diluar perairan Palette dan cenderung bersifat merusak yakni melakukan penangkapan dengan menggunakn alat penangkapan yang tidak ramah lingkungan tentunya memberikan dampak yang kurang baik terhadap ekosistem dan keberadaan spesies yang  bernilai ekonomis penting maka dari itu tentunya sangat diperlukan perundang-undangan yang jelas dalam upaya mengatur dibidang penangkapan hal ini sesuai dengan (Eko, 2010) Banyak faktor yang teridentifikasi sebagai penyebab terjadinya illegal fishing di perairan indonesia yaitu: (1) Luasnya potensi laut yang belum terolah, (2) Peluang bisnis ikan yang menggiurkan, (3) Kelemahan penegakan hukum, (4) Mentalitas aparat, dan (5) Hambatan dari faktor perundang-undangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain permasalahan tersebut pada awal tahun 2007 terjadi konflik kepentingan antara pengguna lalu lintas laut dengan petani rumput laut. Karena pengguna lalu lintas sulit untuk lewat di daerah sekitar perairan karena terhalanh oleh pelampung-pelampung dan tali-tali dari pembudidayaan rumput laut. Hal tersebut sesuai dengan (http://dislutkan.ntb.go.id/web/content/view/34/44/, 2010) yang menyatakan bahwa belum tuntasnya pengaturan tata ruang wilayah sehingga seringkali menimbulkan konflik kepentingan terhadap sumberdaya perikanan dan kelautan baik antar sektor (perikanan, pariwisata, pertambangan, perhubungan dan lainnya) maupun antar subsektor/komoditas (tambak, udang, mutiara, rumput laut, konservasi). Melihat hal tersebut, maka pemerintah mengambil jalan tengah dalam pemecahan masalahnya yaitu membentuk blok-blok yang satu blok nya terdiri dari 10 orang petani, dan kemudian dibuat jarak antar blok-blok agar para pengguna kapal nelayan bisa lewat diantara jarak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="100" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-1130812242007688695?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/1130812242007688695/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/sekilas-tentang-potensi-desa-palette.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1130812242007688695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1130812242007688695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/sekilas-tentang-potensi-desa-palette.html' title='sekilas tentang potensi desa palette'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRdp1y1xVzI/AAAAAAAAAJE/iaO4tNk6xa0/s72-c/SP_A0130.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-4203038272801937149</id><published>2010-12-25T17:31:00.004+08:00</published><updated>2010-12-25T17:41:16.588+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>dampak pencemaran di laut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRW7k0DClPI/AAAAAAAAAI4/zN8n6MwBCm4/s1600/sampah.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 400px; height: 268px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRW7k0DClPI/AAAAAAAAAI4/zN8n6MwBCm4/s400/sampah.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554551956552455410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan blog saya yang lalu telah saya jelaskan mengenai komposisi air laut yang dimana terkandung zat zat kimia tertentu, nah sekarang saya sedikit memberi informasi mengenai dampak dari Masuknya bahan bahan pencemar kedalam perairan laut….?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Adapun dampak dari masuknya bahan pencemar di dalam laut yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;terganggunya keindahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan semakin banyaknya zat organic yang di hasilkan oleh industry akan terjadi pembusukan., akibatnya timbul bau yang sangat mengganggu. Selain itu, warna air yang menjadi kotor akan menimbulkan pemandangan yang tidak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;berkurangnya kualitas perairan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana halnya manusia, makan untuk kelangsungan hidupnya, biota lautpun tidak jauh berbeda dengan manusia, mereka pun membutuhkan makanan yang berkualitas. Dengan banyaknya bahan pencemar yang masuk kedalam perairan akan menurunkan kualitas perairan yang pada akhirnya akan mengganggu proses kehidupan biota didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;kematian ikan secara missal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir akhir ini kita melihat diberitakan  terjadi kematian ikan secara missal di beberapa perairan di sekitar kota besar, seperti salah satu contoh kasus yakni teluk Jakarta, tiba tiba saja beribu ribu ikan mengambang mati di permukaan laut, menurut beberapa peneliti, penyebab kematian ikan tersebut, antara lain akibat dari keracunan oleh bahan pencemar seperti : logam berat, senyawa ammonia, pestisida, atau karena tingginya kandungan zat hara dalam perairan terutama fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di laut lepas, yang secara fisik tampak bersih sekalipun, dapat terjadi pencemaran oleh minyak akibat terjadinya kecelakaan kapal kapal ytangker yang mengangkut minyak mentah dan menumpahkan muatnaya kelaut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber : Pratiwi, R., dkk., 2008. Pesona Laut Kita.Jakarta:COREMAP-LIPI.&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="100" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-4203038272801937149?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/4203038272801937149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/pada-postingan-blog-saya-yang-lalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/4203038272801937149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/4203038272801937149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/pada-postingan-blog-saya-yang-lalu.html' title='dampak pencemaran di laut'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRW7k0DClPI/AAAAAAAAAI4/zN8n6MwBCm4/s72-c/sampah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-4910215189087397734</id><published>2010-12-25T17:08:00.002+08:00</published><updated>2010-12-25T17:28:23.095+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>kandungan kimia air laut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRW4ZayqmyI/AAAAAAAAAIw/Uo1Nw02C35o/s1600/DVC00788.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRW4ZayqmyI/AAAAAAAAAIw/Uo1Nw02C35o/s400/DVC00788.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5554548462259444514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana halnya sifat air murni maka air lautpun mampu melarutkan zat zat lain dalam jumlah yang lebih banyak kandungan air laut berupa : 96,5 % air murni dan 3,5% zat terlarut. Zat terlarut tersebut meliputi garam garam anorganik, senyawa senyawa organic yang berasal dari organisme hidup, dan gas gas terlarut. Banyak sekali unsure unsure kimia utamayang terdapat dalam air laut. Bagian terbesar dari bahan terlarut terdiri dari garam garam anorganik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Air laut sebagai tempat hidup berbagai biota tidak selalu aman walaupun secara fisik tampak bersih dan jernih. Air laut kadang kadang membahayakan. Hal ini dikarenakan adanya zat kimia tertentu yang dapat menjadi racun bagi biota tersebut. Zat zat beracun tersebut dikenal sebagai bahan pencemar (polutan).zat tercemar tersebut umumnya berasal dari sungai/hujan yang mengalir kelaut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Bahan pencemar dapat berupa :&lt;br /&gt;1.    Bahan padatan/cairan&lt;br /&gt;2.    Bahan organic/anorganik&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bahan padatan misalnya kaleng, botol dan kantong plastic. Semua padatan yang ada berasal dari manusia,, so jika kalian ingin pantai kita tidak tercemar dengan limbah padatan alangkah baiknya kita menempatkan sampah pada tempatnya. Kemudian bahan cair bersumber dari pabrik, tumpahan minyak, dan air buangan rumah tangga,,, jadi semua limbah yang ada di perairan tidak lain dan tidak bukan berasal dari manusia itu sendiri, so jangan pernah menyalahkan alam atas bencana yang mendatangi kita. Sedangkan bahan organic yaitu bahan yang dapat diurai atau hancur, seperti sayur sayuran,, sampah daun daunan, dan jerami padi. Bahan anorganik adalah bahan yang tidak dapat di urai, seperti unsure unsure kimia : Hg dan Cd.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Semua bahan pencemar yang disebutkan di atas berasal dari aktivitas manusia seperti  industry, pertanian, rumah tangga, alat transportasi, rumah sakit dan lain lain. Banyaknya bahan pencemar yang masuk kedalam perairan akan menyebabkan terganggunya kehidupan biota didalamnya. Mengapa ..? karena hal ini mengakibatkan kandungan oksigen yang terlarut di dalam perairan menjadi berkurang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Pratiwi, R., dkk., 2008. Pesona Laut Kita.Jakarta:COREMAP-LIPI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-4910215189087397734?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/4910215189087397734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/kandungan-kimia-air-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/4910215189087397734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/4910215189087397734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/kandungan-kimia-air-laut.html' title='kandungan kimia air laut'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRW4ZayqmyI/AAAAAAAAAIw/Uo1Nw02C35o/s72-c/DVC00788.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-3344004190487582260</id><published>2010-12-22T09:50:00.006+08:00</published><updated>2010-12-22T10:19:59.368+08:00</updated><title type='text'>sampah dan kondisi lingkungan pulau barrang lompo.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;jangan heran kalau sekarang banyak hal terjadi di muka bumi ini yang tidak di inginkan oleh manusia,,,,, namun jika kita berkaca pada diri kita sendiri maka kita akan melihat kebenaran bahwa sebenarnya segala sesuatu yang terjadi di muka bumi ini adalah bersumber dari diri kita sendiri,,, coba lihat gambar kondisi perairan pulau barrang lompo.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRFbXB6tcDI/AAAAAAAAAIk/CTyir8mRg2s/s1600/_DSC0010.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 455px; height: 346px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRFbXB6tcDI/AAAAAAAAAIk/CTyir8mRg2s/s400/_DSC0010.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5553320266734334002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;dari gambar di atas terlihat betapa buruknya pengelolaan sampah di pulau tersebut,,, jika kita mampu menjaga amanat dari sang ilahi, betapa makmurnya seluruh umat manusia di dunia ini, mengapa tidak..? dari segi ekologi.... pengelolaan lingkungan perairan yang baik akan menimbulkan dampak yang baik pula salah satu contohnya yaitu dengan adanya pembentukan kawasan konservasi...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kawasan konservasi memiliki arti penting dalam peningkatan kualitas lingkungan, dimana dengan adanya kawasan konservasi,,, tempat memijah, tempat mencari makan serta tempat berlindung dari sebagian makhluk hidup akan terjamin, hal itu memungkinkan terjadinya peningkatan kualitas dan kuantitas dari makhluk hidup yang berada di kawasan konservasi, namun dalam pembentukan suatu kawasan konservasi tidak semudah yang di ucapkan, di perlukan berbagai komponen yang memenuhi syarat.&lt;br /&gt;kembali ke masalah sampah di pulau barrang lompo,,,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;umumnya sumber sampah yang ada di perairan psekitar pulau adalah dari masyarakat pulau tersebut,,, apakah sepenuhnya kesalahan bersumber dari masyarakat pulau,,,,, saya bisa katakan "tidak" mengapa saya mengatakan hal tersebut,,,,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;pertama&lt;/span&gt;, jika ada fasilitas yang di siapkan oleh pemerintah setempat maka segala sesuatunya akan di tempatkan pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kedua,&lt;/span&gt; jika ada sosialisasi dan pelatihan mengenai pengelolaan sampah yang baik maka sampah yang sebenarnya komponen yang tidak diperlukan lagi akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar....&lt;br /&gt;jadi keterpaduan sektor sangat berpengaruh dalam menciptakan kondisi lingkungan yang bersih...&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;"mulailah dengan sesuatu yang dapat dijadikan contoh yang baik bagi orang lain, jangan malu untuk memulai",,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="100" width="500"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-3344004190487582260?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/3344004190487582260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/kondisi-perairan-pulau-barrang-lompo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/3344004190487582260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/3344004190487582260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/kondisi-perairan-pulau-barrang-lompo.html' title='sampah dan kondisi lingkungan pulau barrang lompo.'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TRFbXB6tcDI/AAAAAAAAAIk/CTyir8mRg2s/s72-c/_DSC0010.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-5381075978397662436</id><published>2010-12-18T10:56:00.004+08:00</published><updated>2010-12-18T11:11:23.737+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>manajemen kualitas air tambak payau</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TQwlURMMB7I/AAAAAAAAAH4/Xs8EERdxdv4/s1600/tambak%2Bair%2Bpayau.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TQwlURMMB7I/AAAAAAAAAH4/Xs8EERdxdv4/s400/tambak%2Bair%2Bpayau.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551853470783113138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;ket : tambak udang di galesong selatan, Sulawesi selatan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Perairan tambak adalah ekosistem perairan payau.  Salinitasnya berada di antara salinitas air laut dan salinitas air tawar dan tidak mantap. Dari musim ke musim, dari bulan ke bulan dari hari ke hari, bahkan mungkin dari jam ke jam dapat saja terjadi perubahan. Perubahan ini disebabkan proses biologis yang terjadi di dalam perairan tersebut serta adanya interaksi antara perairan tambak dengan lingkungan sekitarnya.  Misalnya ketika hari hujan, air tawar masuk kedalam petakan tambak menyebabkan kadar garam air tambak menurun.  Atau ketika populasi fitoplankton berkembang pesat akibat pemupukan, kandungan oksigen dalam air tambak pada malam hari menyusut drastis.  Secara umum parameter-parameter yang mengalami perubahan dapat digolongkan ke dalam parameter kimia, fisika, dan biologi air. Perubahan-perubahan yang terjadi sampai batas tertentu dapat ditoleransi oleh ikan bandeng.  Tetapi kalau terlalu jauh dapat merusak kenyamanan hidup, malahan dapat mendatangkan kematian.  Karena itu, perlu penanganan cepat. Sudah atau belum perlunya penanganan ini bergantung kepada intensitas perubahan, yang informasinya diperoleh lewat pemantauan dan pengukuran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Parameter Kimia&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Parameter kimia air tambak mencakup konsentrasi zat-zat terlarut seperti oksigen (O2), ion hidrogen (pH), karbon dioksida (CO2), ammonia (NH3), asam sulfida (H2S), nitrogen dalam bentuk nitrit (NO2-N), dan lain- lain. Beberapa diantara yang penting dijelaslkan seperti di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Parameter Fisika&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;a. Salinitas&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salinitas atau kadar garam adalah konsentrasi dari totalion yang terdapat di perairan dan menggambarkan padatan total di air setelah semua karbonat dikonversi menjadi oksida, bromida dan iodide dikonversi menjadi klorida dan semua bahan organik telah dioksidasi. Salinitas ini dinyatakan dalam satuan gram/kg air atau permil ( 0/00). Nilai salinitas sangat menentukan jenis perairan tersebut, di alam dikelompokkan menjadi 3 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Perairan tawar, salinitas £ 0,50/00&lt;br /&gt;2. Perairan payau, salinitas &gt;0,50/00 - 300/00&lt;br /&gt;3. Perairan laut, salinitas &gt;300/00&lt;br /&gt;Pada perairan payau dapat dikelompokkan lagi berdasarkan&lt;br /&gt;kisaran salinitas yang ada yaitu:&lt;br /&gt;1. Oligohalin, salinitas 0,50/00 - 3,00/00&lt;br /&gt;2. Mesohalin, salinitas&gt;3,00/00 - 160/00&lt;br /&gt;3. Polyhalin, salinitas &gt;16,00/00 - 300/00&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;C. Parameter Biologi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemantauan parameter biologi air di dalam tambak ditujukan untuk mengetahui kepadatan pakan alami, pesaing dan predator ikan bandeng yang ada di dalam perairan tambak.  Pada budidaya bandeng secara ekstensif pakan utama bandeng adalah klekap dan plankton. Selain itu ada pula lumut yang dimanfaatkan oleh bandeng ukuran di atas sejari Klekap adalah kumpulan jasad renik  yang tumbuh di permukaan dasar tambak, diantaranya terdiri atas alga biru benthos, diatom, bakteri dan jasad renik hewani. Keberadaan klekap di tambak dapat dilihat dangan adanya lapisan menyerupai beludru di pelataran tambak.  Klekap tumbuh baik pada tambak yang dangkal. Komposisi utama lumut yang tumbuh di tambak adalah ganggang hijau berfilamen, umumnya terdiri dari lumut sutera (Chaetomorpha) dan lumut perut ayam .&lt;br /&gt;untuk bahanya dalam bentuk document dapat di&lt;a href="http://www.4shared.com/file/lFCKezwk/Faktor_perairan_mempunyai_pera.html"&gt; download di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;sumber : bahan kuliah manajemen aquakultur payau. jurusan perikanan, UNHAS&lt;br /&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-5381075978397662436?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/5381075978397662436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/manajemen-kualitas-air-tambak-payau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/5381075978397662436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/5381075978397662436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/manajemen-kualitas-air-tambak-payau.html' title='manajemen kualitas air tambak payau'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TQwlURMMB7I/AAAAAAAAAH4/Xs8EERdxdv4/s72-c/tambak%2Bair%2Bpayau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-8706656349410921972</id><published>2010-12-18T10:38:00.003+08:00</published><updated>2010-12-18T10:53:52.596+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='genetika populasi'/><title type='text'>PENGANTAR GENETIKA POPULASI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TQwf2eWU0MI/AAAAAAAAAHo/esAMI7GSDpA/s1600/GENETIKA%2BPOPULASI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 260px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TQwf2eWU0MI/AAAAAAAAAHo/esAMI7GSDpA/s400/GENETIKA%2BPOPULASI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5551847461361078466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;             Pola pewarisan suatu sifat tidak selalu dapat dipelajari melalui percobaan persilangan buatan. Pada tanaman keras atau hewan-hewan dengan daur hidup panjang seperti gajah, misalnya, suatu persilangan baru akan memberikan hasil yang dapat dianalisis setelah kurun waktu yang sangat lama. Demikian pula, untuk mempelajari pola pewarisan sifat tertentu pada manusia jelas tidak mungkin dilakukan percobaan persilangan. Pola pewarisan sifat pada organisme-organisme semacam itu harus dianalisis menggunakan data hasil pengamatan langsung pada populasi yang ada.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;              Seluk-beluk pewarisan sifat pada tingkat populasi dipelajari pada cabang genetika yang disebut genetika populasi. Ruang lingkup genetika populasi secara garis besar oleh beberapa penulis dikatakan terdiri atas dua bagian, yaitu (1) deduksi prinsip-prinsip Mendel pada tingkat populasi, dan (2) mekanisme pewarisan sifat kuantitatif. Bagian yang kedua ini berkaitan dengan penjelasan pada Bab XIV bahwa analisis genetik sifat-sifat kuantitatif hanya dapat dilakukan pada tingkat populasi karena individu tidak informatif. Namun, beberapa penulis lainnya, seperti halnya Bab XV ini, menyebutkan bahwa materi yang dibahas dalam genetika populasi hanya meliputi deduksi prinsip-prinsip Mendel pada tingkat populasi.&lt;br /&gt;untuk bahan documen lengkapnya dapat di &lt;a href="http://www.4shared.com/document/0Besu0K-/gepol.html"&gt;download di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SUMBER : bahan kuliah genetika populasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;                   jurusan perikanan, prody manajemen sumberdaya perairan, UNHAS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-8706656349410921972?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/8706656349410921972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/pengantar-genetika-populasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8706656349410921972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8706656349410921972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/12/pengantar-genetika-populasi.html' title='PENGANTAR GENETIKA POPULASI'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TQwf2eWU0MI/AAAAAAAAAHo/esAMI7GSDpA/s72-c/GENETIKA%2BPOPULASI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-8802620726110989685</id><published>2010-11-18T10:52:00.000+08:00</published><updated>2010-11-18T10:54:00.217+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budidaya'/><title type='text'>Tekhnik Hipofisasi dan Inseminasi Buatan Pada Ikan Mas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;TEKNIK HIPOFISASI DAN INSEMINASI BUATAN PADA IKAN MAS (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Cyprinus carpio&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Metode hipofisasi adalah usaha untuk memproduksi benih dengan menggunakan bantuan kelenjar hipofisasi dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin (Susanto, 1996). Pemijahan sistem hipofisasi menurut Muhammad et al. (2003), ialah merangsang pemijahan induk ikan dengan menyuntikkan kelenjar hipofisa. Menurut Sumantadinata (1981), terdapat 3 cara penyuntikan hipofisasi yaitu intra muscular, intra cranial, dan intra perineal (Luqman, 2009)&lt;br /&gt;Percobaan ini menggunakan ikan mas (Cyprinus carpio) sebagai ikan donor dan ikan mas (Cyprinus carpio)  sebagai resipien. Ikan donor adalah ikan yang diambil kelenjar hipofisanya yang masih dalam satu jenis atau satu familia dengan ikan resipien, sedangkan ikan resipien adalah ikan yang diinjeksi atau disuntik. Perbandingan berat tubuh ikan donor dan ikan resipien adalah 1,5 : 1 yang artinya 1,5 kg berat ikan donor untuk 1 kg berat ikan resipien. Perbandingan jumlah ikan resipien betina dan jantan adalah 1 : 3, dimana untuk tiap ekor ikan betina diperlukan 3 ekor ikan jantan. (Muslikhin, 2008).&lt;br /&gt;Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama 14 jam didapatkan hasil bahwa setelah melakukan penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa pada ikan resipien dengan cara intramuscular (melalui otot di bawah sirip punggung pada sisik ketiga), ternyata terjadi pemijahan yang disebabkan oleh kondisi lingkungan yang mendukung baik dari suhu maupun proses penyuntikan kelenjar hipofisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan pendapat (Muslikhin, 2008) bahwa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pemijahan adalah 10–12 jam setelah menyuntikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan antara lain kemasakan atau pematangan kelamin ikan, keadaan psikologis ikan, cahaya, temperatur dan aliran air.&lt;br /&gt;Setelah beberapa jam dari penyuntikkan tampak induk saling kejar-kejaran dan terlihat berpasangan. Terkadang juga melompat dan memercikkan air di permukaan. Hal ini menandakan bahwa induk telah siap ovulasi sehingga dapat dilakukan proses stripping. Hal ini sesuai dengan pendapat (Luqman, 2009) bahwa tanda-tanda ikan yang sudah mengalami ovulasi dan siap dikeluarkan telurnya yaitu ikan terlihat gelisah, sering muncul di permukaan air dan ikan jantan sering berpasangan dengan ikan betina. Ciri-ciri betina yang sudah masak kelamin diantaranya perut mengembung, lubang genital kemerahan, perut lembek. Sedang pada ikan jantan yang telah masak kelamin adalah bila perut di stripping akan keluar cairan putih seperti susu (malt).&lt;br /&gt;Mekanisme pemijahan dimulai dari ekstrak kelenjar hipofisa yang disuntikkan akan menimbulkan rangsangan pada hipotalamus. Rangsangan dibawa akson yang berakhir pada penonjolan tengah di dasar ventral ketiga hipotalamus. Hormon FSH dan LH bekerja merangsang perkembangan gonad dan merangsang ovulasi. FSH dan LH juga merangsang perkembangan fungsi testis. FSH meningkatkan ukuran saluran semini ferus dan LH merangsang sel intestinum dari testis untuk memproduksi hormon kelamin jantan (Luqman, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuahan ikan dilakukan di luar tubuh. Masing-masing ikan jantan dan betina mengeluarkan sperma dan ovum. Keberhasilan ovulasi tergantung dari keberhasilan proses pematangan akhir oosit. Oosit yang telah siap diovulasikan akan terjadi jika telah mendapat rangsangan hormon yang sesuai. Rendahnya hormon gonadotropin yang masuk dalam darah dapat menyebabkan kemampuan hormon gonadotropin untuk mengovulasikan telur sangat terbatas (Luqman, 2009).&lt;br /&gt;    Inseminasi buatan adalah proses pemijahan buatan yang dilakukan dengan bantuan manusia pada ikan yang akan memijah dengan melakukan pengurutan (stripping) untuk mengeluarkan sel telur dari induk betina dan sel sperma dari induk jantan.&lt;br /&gt;Pada percobaan ini juga dilakukan inseminasi buatan pada proses pengamatan kedua. Induk betina diurut untuk mengeluarkan sel telur kemudian induk jantan juga diurut untuk mengeluarkan spermanya kemudian dilakukan pengadukan agar sperma dan sel telur tercampur rata. Sel telur dan sperma hanya dapat bertahan sekitar 30 detik sehingga secepatnya dilakukan pengadukan (Kadir, 2010).&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan pendapat (Gusrina, 2008) bahwa proses pembuahan buatan ini membutuhkan waktu tertentu, maksudnya jika terlalu lama maka sperma atau sel telur bisa mati atau terganggu. Jika demikian keadaannya proses pembuahan tidak akan berhasil dengan baik. Ingat telur dan sperma itu hidup sehingga bermetabolisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telur yang tidak dibuahi akan mati dan berwarna putih air susu sedangkan telur yang terbuahi berwarna bening dan terdapat inti. Telur tersebut diletakkan didalam akuarium dengan penambahan aerasi untuk menyuplai oksigen. Hal yang dapat menyebabkan proses stripping atau pemijahan buatan ini tidak berhasil adalah kesalahan dalam pengurutan, peralatan yang digunakan tidak bersih, serta kematangan gonad dari induk baik induk jantan maupun induk betina (Gusrina, 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Fujaya Y. 2010. Materi Kuliah GENETIKA DAN PEMULIABIAKAN IKAN. Fakultas Ilmu kelautan dan perikanan. Universitas Hasanuddin. Makassar.&lt;br /&gt;Gusrina. 2008. http//www. BUDIDAYA IKAN JILID I. Diakses pada tanggal 25 Maret 2010.&lt;br /&gt;Http://Sutanmuda. Wordpress.Com/2007/10/22/Budidaya-Ikan-Mas/, 2010. (Online google) Diakses tanggal 24 April 2010.&lt;br /&gt;Kadir. 2010. TEKNIK HIPOFISASI DAN INSEMINASI BUATAN PADA IKAN MAS. Balai Budidaya Air Tawar Bontomanai, Gowa. 2010.&lt;br /&gt;Muslikhin. 2008. http//www. EFEK HORMONAL PADA OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN. Diakses pada tanggal 25 Maret 2010&lt;br /&gt;Wibowo Luqman. 2009. http//www. EFEK HORMONAL PADA OVULASI DAN PEMIJAHAN IKAN. Diakses pada tanggal 25 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-8802620726110989685?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/8802620726110989685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/tekhnik-hipofisasi-dan-inseminasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8802620726110989685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8802620726110989685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/tekhnik-hipofisasi-dan-inseminasi.html' title='Tekhnik Hipofisasi dan Inseminasi Buatan Pada Ikan Mas'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-297518798233751261</id><published>2010-11-15T16:54:00.000+08:00</published><updated>2010-11-15T17:08:28.495+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TOD4FpH_p8I/AAAAAAAAAHg/1DrGdyGBPCY/s1600/cirebon.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 334px; height: 263px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TOD4FpH_p8I/AAAAAAAAAHg/1DrGdyGBPCY/s400/cirebon.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539700317488129986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Upaya menjaga kelestarian hutan mangrove dapat dilakukan melalui teknik silvofishery dan pendekatan bottom up dalam upaya rehabilitasi. Silvofishery merupakan teknik pertambakan ikan dan udang yang dikombinasikan dengan tanaman kehutanan dalam hal ini adalah vegetasi hutan mangrove. Usaha ini dilakukan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan memelihara ekosistem hutan mangrove sehingga terjaga kelangsungan hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini pelaksanaan pemulihan ekosistem mangrove yang telah terjadi pada beberapa tahun belakangan ini dilakukan atas perintah dari atas. Seperti suatu kebiasan dalam suatu proyek apapun yang namanya rencana itu senantiasa datangnya dari atas sedangkan bawahan (masyarakat) sebagai ujung tombak pelaksana proyek hanya sekedar melaksanakan perintah atau dengan istilah populer dengan pendekatan top-down.&lt;br /&gt;Pelaksanaan proyek semacam ini tentu saja kurang memberdayakan potensi masyarakat, padahal idealnya masyarakat tersebutlah yang harus berperan aktif dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove tersebut, sedangkan pemerintah hanyalah sebagai penyedia dana, pengontrol dan fasilitator berbagai kegiatan yang terkait. Akibatnya setelah selesai proyek, yaitu saat dana telah habis, tentu saja pelaksana proyek tersebut merasa sudah habis pula tangung jawabnya. Di sisi lain masyarakat tidak merasa ikut memiliki (sense of belonging tidak tumbuh) hutan mangrove tersebut. Masyarakat beranggapan bahwa hutan mangrove tersebut adalah milik pemerintah dan bukan milik mereka, sehingga jika masyarakat membutuhkan, mereka tinggal mengambil tanpa merasa diawasi oleh pemerintah atau pelaksana proyek (Savitri dan Khazali, 1999). &lt;br /&gt;Karena pendekatan top down kurang memberdayakan masyarakat maka diterapkanlah pendekatan secara bottom up yang merupakan suatu teknik dalam rehabilitasi hutan mangrove yang lebih banyak melibatkan masyarakat. Seyogyanya upaya pemulihan hutan mangrove adalah atas biaya pemerintah, sedangkan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi keberhasilan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan semuanya dipercayakan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut dapat juga melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bersama perangkat desa, pemimpin masyarakat dan lain-lain. Dengan demikian semua proses rehabilitasi (reboisasi) hutan mangrove yang dimulai dari proses penanaman, perawatan, penyulaman dilakukan oleh masyarakat sehingga masyarakat merasa memiliki dan akan selalu turut menjaga kelestarian hutan mangrove (Rahmawaty, 2006).&lt;br /&gt;Hasil dari kegiatan dengan pendekatan bottom up ini akan menjadikan masyarakat enggan untuk merusak hutan mangrove yang telah mereka tanam, sekalipun tidak ada yang mengawasinya, karena masyarakat sadar bahwa kayu yang mereka potong tersebut sebenarnya adalah milik mereka bersama. Tugas pemerintah hanyalah memberikan pengarahan secara umum dalam pemanfaatan hutan mangrove secara berkelanjutan, sebab tanpa arahan yang jelas nantinya akan terjadi konflik kepentingan dalam pengelolaan jangka panjang. Pendekatan bottom up akan menumbuhkan partisipasi masyarakat juga sekaligus merupakan proses pendidikan bagi masyarakat (Savitri dan Khazali,1999).&lt;br /&gt;Selain itu juga kondisi hutan mangrove yang terjaga dapat menjadi objek wisata yang pada akhirnya mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. Hutan mangrove merupakan objek wisata alam yang sangat menarik. Hutan mangrove yang telah dikembangkan menjadi obyek wisata alam antara lain di Sinjai (Sulawesi Selatan), Muara Angke (DKI), Suwung, Denpasar (Bali), Blanakan dan Cikeong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah). Karakteristik hutannya yang berada di peralihan antara darat dan laut memiliki keunikan. Para wisatawan juga memperoleh pelajaran tentang lingkungan langsung dari alam.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal penting lainnya yang dapat dilaksanakan dalam upaya pelestarian hutan  mangrove, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang mengkombinasikan antara teori dengan pengetahuan tradisional yang sudah terbentuk sebelumnya yang lebih mudah diterima dan dikembangkan sesuai dengan keadaan setempat.&lt;br /&gt;2. Perlu adanya peraturan-peraturan tertulis mengenai tanggung jawab pemerintah dan masyarakat akan kelangsungan ekosistem hutan mangrove berupa peraturan daerah.&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui bersama, tambak tradisional yang telah dikembangkan selama berabad-abad silam tidak terlalu menjadi hal yang merisaukan dari segi lingkungan karena menggunakan vegetasi mangrove sebagai bagian dari sistem. Hal ini merupakan suatu bentuk kearifan lokal yang patut dijadikan orientasi dalam pelestarian hutan mangrove. Untuk pengembangan teknologi yang berorientasi pada tradisi masyarakat perlu kiranya dilakukan penelitian-penelitian seputar kawasan hutan mangrove yang melibatkan masyarakat pesisir. Untuk itu perlu adanya peran aktif para peneliti baik dari civitas akademika maupun dari lembaga-lembaga penelitian pemerintah dan swasta. Selain itu peran serta pemerintah sebagai fasilitator sangat diharapkan sehingga akan memperlancar terlaksananya berbagai riset yang berhubungan dengan upaya pelestarian hutan mangrove.&lt;br /&gt;Peraturan-peraturan daerah mengenai perlindungan kawasan hutan mangrove merupakan hal yang penting sebagai pengontrol kegiatan masyarakat di kawasan tersebut untuk mengatur pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Sebagai contoh Peraturan Daerah Kota Tarakan nomor 04 tahun 2002 tentang Larangan dan Pengawasan Hutan Mangrove di kota Tarakan yang mengatur fungsi dan peran hutan mangrove, hak dan tanggung jawab masyarakat,  larangan, pengawasan serta sanksi bagi perusak ekosistem hutan mangrove.&lt;br /&gt;Menurut Khazali (2005), struktur sosial dan bentuk pemanfaatan serta intensitas interaksi wilayah pesisir oleh masyarakat perlu diketahui dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove agar kelompok target masyarakat yang terlibat, baik prioritas maupun bukan prioritas dapat ditentukan. Biasanya kelompok target prioritas adalah tokoh masyarakat, petambak, nelayan dan lain-lain. Sedangkan persepsi masyarakat terhadap hutan mangrove dan rencana penanaman yang akan dilaksanakan penting diketahui untuk memantau persepsi masyarakat terhadap mangrove. Jika persepsi masyarakat negatif atau tidak mendukung terhadap rencana kegiatan penanaman vegetasi mangrove, maka pertama kali yang harus dilaksanakan adalah membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove dan pentingnya manfaat penanaman bagi mereka melalui pendidikan dan penyuluhan.&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam membangun kesadaran masyarakat antara lain:&lt;br /&gt;1. Diskusi bersama masyarakat untuk memahami kondisi pantai saat ini dan sebelumnya.&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi dan menyadari bersama dampak hilang/rusaknya hutan mangrove.&lt;br /&gt;3. Menentukan dan menyepakati bersama solusi mengatasi masalah akibat hilang/rusaknya hutan mangrove.&lt;br /&gt;4. Sosialisasi peraturan-peraturan yang berlaku tentang hutan mangrove.&lt;br /&gt;5. Studi banding untuk menyakini dan memperluas wawasan tentang manfaat hutan mangrove, perencanaan dan pelaksanaan bersama penanaman mangrove, serta pembentukan kelompok masyarakat pengelola dan pelestari hutan mangrove.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemampuan masyarakat tradisional dalam memecahkan masalah-masalah dalam pengelolaan sumber daya alam yang semakin terbatas dapat masuk dalam kerangka konservasi hutan mangrove. Kemampuan ini lebih dikenal dengan sebutan sistem pengetahuan masyarakat setempat (local knowledge system). Kemampuan ini berkembang bukan hanya terbatas kepada bagaimana memanfaatkan hutan adat mereka, tetapi juga penyerapan teknologi pola pertanian tradisional (perladangan) termasuk pola agroklimatologi yang khusus disetiap tempat (Patriono, dkk.,2005).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-297518798233751261?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/297518798233751261/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/pengelolaan-ekosistem-mangrove-secara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/297518798233751261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/297518798233751261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/pengelolaan-ekosistem-mangrove-secara.html' title='pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TOD4FpH_p8I/AAAAAAAAAHg/1DrGdyGBPCY/s72-c/cirebon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-2388770158288571449</id><published>2010-11-15T16:20:00.000+08:00</published><updated>2010-11-15T16:27:55.680+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>fungsi hutan mangrove</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TODu8dfInkI/AAAAAAAAAHY/MFLWNaOKAlU/s1600/5131627_mangrove_gallery10.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TODu8dfInkI/AAAAAAAAAHY/MFLWNaOKAlU/s400/5131627_mangrove_gallery10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539690264140488258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Hutan mangrove &lt;/span&gt;memiliki berbagai macam fungsi. Menurut Rahmawaty (2006), beberapa fungsi yang dimiliki hutan mangrove adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.    Fungsi fisik; menjaga garis pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dari erosi (abrasi) dan intrusi air laut, peredam gelombang dan badai, penahan lumpur, penangkap sedimen, pengendali banjir, mengolah bahan limbah, penghasil detritus, memelihara kualitas air, penyerap CO2 dan penghasil O2 serta mengurangi resiko terhadap bahaya tsunami.&lt;br /&gt;b.    Fungsi biologis; merupakan daerah asuhan (nursery ground), daerah untuk mencari makan (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) dari berbagai biota laut, tempat bersarangnya burung, habitat alami bagi berbagai jenis biota, sumber plasma nutfah (hewan, tumbuhan dan mikroorganisme) dan pengontrol penyakit malaria.&lt;br /&gt;c.    Fungsi sosial ekonomi; sumber mata pencarian, produksi berbagai hasil hutan (kayu, arang, obat dan makanan), sumber bahan bangunan dan kerajinan, tempat wisata alam, objek pendidikan dan penelitian, areal pertambakan, tempat pembuatan garam dan areal perkebunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh fungsi hutan mangrove, yaitu dalam mengurangi tingkat pencemaran logam berat di perairan. Dalam banyak penelitian menunjukkan bahwa pohon bakau (Rhizophora mucronata) dapat mengakumulasi tembaga (Cu), mangan (Mn), dan seng (Zn). Banus,1977 juga mengungkapkan bahwa hipokotil pohon bakau dapat mengakumulasi tembaga (Cu), besi (Fe), dan seng (Zn). Kemampuan vegetasi mangrove dalam mengakumulasi logam berat dapat dijadikan alternatif perlindungan perairan terhadap pencemaran logam berat (Onrizal, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedudukannya sebagai suatu ekosistem antara darat dan lautan, hutan mangrove memiliki peranan menjaga keseimbangan biota laut dan darat. Hutan mangrove merupakan lingkungan hidup yang baik bagi petumbuhan udang, tempat berlindung nener (benih) ikan bandeng, dan sebagai tempat penggantian kulit kepiting (Scylla serrata), rajungan (Neptunus palagicus), yang semuanya itu merupakan potensi produktivitas laut (MacKinnon, et al., 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh fauna yang hidup di dalam ekositem hutan mangrove mempunyai peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan ekologi. Sekian banyak fauna yang hidup terdapat beberapa spesies kunci (keystone species) yang memegang peranan yang sangat penting. Salah satu spesies tersebut adalah kepiting yang hidup di dalam ekosistem mangrove. Kepiting diusulkan sebagai keystone species di kawasan hutan mangrove karena setiap aktivitasnya mempunyai pengaruh utama pada berbagai proses paras ekosistem. Peran kepiting di dalam ekosistem hutan mangrove diantaranya mengkonversi nutrien dan mempertinggi mineralisasi, meningkatkan distribusi oksigen di dalam tanah, membantu daur hidup karbon, serta tempat penyedia makanan alami bagi berbagai jenis biota perairan (Prianto, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : jurnal yang ditulis oleh Syaiful Eddy, S.Si (Dosen Fakultas MIPA Jurusan Biologi Universitas PGRI Palembang)&lt;/div&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-2388770158288571449?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/2388770158288571449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/fungsi-hutan-mangrove.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/2388770158288571449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/2388770158288571449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/fungsi-hutan-mangrove.html' title='fungsi hutan mangrove'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TODu8dfInkI/AAAAAAAAAHY/MFLWNaOKAlU/s72-c/5131627_mangrove_gallery10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-255196290683187338</id><published>2010-11-15T16:16:00.000+08:00</published><updated>2010-11-15T16:20:26.683+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>ekosistem hutan mangrove</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TODsu-omiII/AAAAAAAAAHQ/1tZLoui-BaQ/s1600/6-6b.jpg.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 310px; height: 206px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TODsu-omiII/AAAAAAAAAHQ/1tZLoui-BaQ/s400/6-6b.jpg.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539687833497143426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Istilah mangrove berasal dari istilah yang digunakan untuk salah satu vegetasi hutan mangrove yaitu Rhizophora sp (bakau). Menurut MacKinnon dkk. (2000) hutan mangrove adalah nama kolektif untuk vegetasi pohon yang menempati pantai berlumpur di dalam wilayah pasang surut, dari tingkat air pasang tertinggi sampai tingkat air surut terendah. Hutan mangrove hanya terdapat di pantai yang kekuatan ombaknya terpecah oleh penghalang berupa pasir, terumbu karang atau pulau. Ekosistem hutan mangrove dapat dibedakan dalam tiga tipe utama yaitu bentuk pantai/delta, bentuk muara sungai/laguna dan bentuk pulau. Ketiga tipe tersebut semuanya terwakili di Indonesia. Menurut Khazali (2005), kondisi pantai yang baik untuk ditumbuhi vegetasi hutan mangrove adalah pantai yang mempunyai sifat-sifat; air tenang/ombak tidak besar, air payau, mengandung endapan lumpur dan lereng endapan tidak lebih dari 0,25 - 0,50%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu tipe zonasi hutan mangrove di Indonesia menurut Bengen (2002) dalam Fachrul (2007) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Daerah yang paling dekat dengan laut, dengan substrat agak berpasir, sering ditumbuhi oleh Avicennia sp. Pada zona ini biasa berasosiasi dengan Sonneratia sp yang dominan tumbuh pada lumpur dalam yang kaya bahan organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lebih ke arah darat, hutan mangrove umumnya didominasi oleh Rhizophora sp. Pada zona ini juga dijumpai Bruguiera sp dan Xylocarpus sp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Zona berikutnya didominasi oleh Bruguiera sp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zona transisi antara hutan mangrove dengan hutan dataran rendah biasa ditumbuhi nipah (Nypa fructicans) dan beberapa spesies palem lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nybakken (1982) hutan mangrove di Indonesia memilliki keanekaragaman yang terbesar di dunia. Komunitas mangrove membentuk pencampuran antara dua kelompok, yaitu kelompok fauna daratan /terestial (arboreal) yang umumnya menempati bagian atas pohon mangrove dan kelompok fauna perairan /akuatik. Beberapa hewan tinggal di atas pohon sebagian lain di antara akar dan lumpur sekitarnya. Walaupun banyak hewan yang tinggal sepanjang tahun, habitat mangrove penting pula untuk pengunjung yang hanya sementara waktu saja, seperti burung yang menggunakan dahan mangrove untuk bertengger atau membuat sarangnya tetapi mencari makan di daratan yang jauh dari habitat mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok hewan arboreal yang hidup di atas daratan seperti serangga, ular pohon, primata dan burung yang tidak sepanjang hidupnya berada di habitat mangrove, tidak perlu beradaptasi dengan kondisi pasang surut. Burung-burung dari daerah daratan menemukan sumber makanan dan habitat yang baik untuk bertengger dan bersarang. Mereka makan kepiting, ikan dan moluska atau hewan lain yang hidup di habitat mangrove.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok lain yang bukan hewan arboreal adalah hewan-hewan yang hidupnya menempati daerah dengan substrat yang keras (tanah) atau akar mangrove maupun pada substrat yang lunak (lumpur). Kelompok ini antara lain adalah jenis kepiting mangrove, kerang-kerangan dan golongan invertebrata lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi vegetasi hutan mangrove yang unik menyebabkan mangrove dapat tumbuh pada daerah yang cukup ekstrim bagi sebagian besar tanaman, yaitu daerah dengan kadar oksigen rendah, salinitas (kadar garam) yang tinggi dan dipengaruhi pasang surut air laut. Menurut Bengen (2002), adaptasi vegetasi hutan mangrove dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Adaptasi terhadap kadar oksigen rendah; dengan memiliki bentuk perakaran yang khas (tipe cakar ayam/pasak dengan pneumatofora dan tipe tongkat/tunjang dengan lentisel untuk mengambil oksigen dari udara);&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Adaptasi terhadap kadar garam tinggi; memiliki sel-sel khusus dalam daun untuk menyimpan garam, daun tebal dan kuat yang banyak mengandung air untuk menjaga keseimbangan garam dan memiliki stomata khusus untuk mengurangi penguapan;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Adaptasi terhadap tanah yang tidak stabil dan pasang surut; mengembangkan struktur akar yang sangat ekstensif dan membentuk jaringan horizontal yang lebar untuk memperkokoh pohon dan mengambil unsur hara serta menahan sedimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : jurnal yang ditulis oleh Syaiful Eddy, S.Si (Dosen Fakultas MIPA Jurusan Biologi Universitas PGRI Palembang)&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-255196290683187338?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/255196290683187338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/ekositem-hutan-mangrove.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/255196290683187338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/255196290683187338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/11/ekositem-hutan-mangrove.html' title='ekosistem hutan mangrove'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TODsu-omiII/AAAAAAAAAHQ/1tZLoui-BaQ/s72-c/6-6b.jpg.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-5972881833376177969</id><published>2010-07-07T15:02:00.000+08:00</published><updated>2010-07-07T15:11:35.834+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>ACROPORA YANG MENAWAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TDQoFwyq_4I/AAAAAAAAAG0/a_OhZ1HrOqM/s1600/Acropora+donei.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TDQoFwyq_4I/AAAAAAAAAG0/a_OhZ1HrOqM/s400/Acropora+donei.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491057925133369218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DEFENISI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Acropora  adalah genus scleractinian karang dalam Filum Cnidaria , juga dikenal sebagai karang meja, karang Elkhorn , atau staghorn karang .&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ANATOMI DAN DISTRIBUSI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;     Tergantung pada jenis dan lokasi, Acropora dapat tumbuh sebagai piring atau langsing atau cabang yang luas.  Seperti karang lainnya, karang Acropora merupakan koloni individu yang dikenal sebagai polip, yang sekitar 2 mm di dan berbagi jaringan dan bersih saraf . Polip dapat menarik kembali ke karang dalam menanggapi gerakan atau gangguan oleh predator mungkin, tapi ketika mereka tidak terganggu sedikit menonjol.  Polip biasanya memperpanjang lebih lanjut di malam hari saat mereka menangkap zooplankton dari air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Acropora paling umum di lingkungan terumbu dangkal dengan cahaya terang dan sedang hingga gerakan air yang tinggi.  Banyak ikan karang kecil tinggal di dekat koloni Acropora dan mundur ke dalam rumpun cabang jika terancam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karang ini memiliki zooxanthellae , simbiosis alga yang hidup di karang ' sel-sel dan menghasilkan energi untuk hewan melalui fotosintesis . Kerusakan lingkungan telah menyebabkan berkurangnya populasi dari Acropora, bersama dengan spesies karang lainnya. Acropora terutama rentan terhadap pemutihan saat stres.Pemutihan ini disebabkan oleh hilangnya zooxanthellae karang itu, yang warna coklat emas. karang Dikelantang yang dingin putih dan mungkin mati jika zooxanthellae baru tidak dapat berasimilasi. Penyebab umum pemutihan dan kematian karang termasuk polusi, suhu normal air hangat, meningkat pengasaman laut, sedimentasi, dan eutrofikasi.&lt;br /&gt;UNTUK DOWNLOAD FILE GAMBAR ACROPORA ASPERA DI &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10595542/ACROPORAASPERAZIParchive.zip.html"&gt;SINI&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-5972881833376177969?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/5972881833376177969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/07/acropora-yang-menawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/5972881833376177969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/5972881833376177969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/07/acropora-yang-menawan.html' title='ACROPORA YANG MENAWAN'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TDQoFwyq_4I/AAAAAAAAAG0/a_OhZ1HrOqM/s72-c/Acropora+donei.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-8502414153786504046</id><published>2010-07-07T10:07:00.001+08:00</published><updated>2010-07-07T10:20:55.069+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='EKOSISTEM'/><title type='text'>Hubungan antara ekosistem</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TDPkKPXydEI/AAAAAAAAAGs/egrxHrxbpe0/s1600/ekosistem.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 317px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TDPkKPXydEI/AAAAAAAAAGs/egrxHrxbpe0/s400/ekosistem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490983235270898754" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hubungan dinamis dalam ekosistem melibatkan beberapa komponen-komponen. Komponen-komponen tersebut dapat dilihat dari dua aspek yang berbeda, yaitu dari aspek jenjang makan (trophic level/chain food level) dan aspek kehidupan. Dari aspek jenjang makan, ekosistem terdiri dari komponen autotrofik dan komponen heterotrofik, yang ditekankan pada level transfer energi. Sedangkan dari aspek kehidupan, ekosistem terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik yang berkaitan erat dan memiliki hubungan timbal balik satu dengan lainnya. Hubungan antar komponen ekosistem merupakan hubungan yang bersifat tetap teratur dan merupakan satu kesatuan yang saling pengaruh mempengaruhi, sehingga ekosistem merupakan ekosistem erupakan konsep sentral atau inti daripada ekologi. Hubungan tersebut juga bersifat netral, mutualistik dan adaptif, namun ada pula yang bersifat menguasai komponen lain. Pada akhirnya alamlah menentukan adanya keserasian dan keseimbangan dalam interaksi antar komponen ekosistem tersebut. Bagaimanapun juga, ekosistem akan cenderung melawan perubahan untuk memelihara keseimbangannya, ada yang berhasil dan ada yang gagal. Ekosistem memiliki kecenderungan melawan perubahan akibat hubungan antar komponen dan terus menerus memelihara keseimbangan, disebut sebagai eosistem yang berada dalam keadaan homeostatis. Ekosistem merupakan suatu fungsional dasar dalam ekologi, mengingat bahwa di dalamnya tercakup organisme dan lingkungan abiotik yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Ekosistem juga merupakan benda nyata memiliki ukuran yang beraneka menurut tingkat organisasinya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-8502414153786504046?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/8502414153786504046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/07/hubungan-antara-ekosistem.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8502414153786504046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8502414153786504046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/07/hubungan-antara-ekosistem.html' title='Hubungan antara ekosistem'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/TDPkKPXydEI/AAAAAAAAAGs/egrxHrxbpe0/s72-c/ekosistem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-916658056798343198</id><published>2010-01-28T14:19:00.000+08:00</published><updated>2010-01-28T14:23:36.493+08:00</updated><title type='text'>sejarah perikanan unhas</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csyukri%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csyukri%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csyukri%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Kozuka Mincho Pro EL"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-536870145 1791491327 18 0 131077 0;} @font-face 	{font-family:Alison; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:"\@Kozuka Mincho Pro EL"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-536870145 1791491327 18 0 131077 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Dengan semangat yang tinggi dan didukung oleh keinginan luhur, sejarah ditorehkan pada tanggal 20 oktober 1986 tatkala deklarasi Himpunan Mahasiswa Perikanan (HIMARIN) digelar di kampus UNHAS baraya, sebab bagi mereka keasadaran dan plurarlitas pemahaman harus diejawantahkan dalam tindakan bersama dan terorganisasi dan yang menjadi nahkoda pertama pada periode 1986-1987 adalah Ir. A Tamsil, MS (sekarang menjabat sebagai dekan fakultas perikanan dan kelautan UMI).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Meskipun baru berdiri namun HIMARIN telah mampu menjadikan dirinya sebagai lembaga yang patut diperhitungkan ketika berbagai kegiatan national diadakan. Dan puncaknya ketika tahun 1991 HIMARIN unhas mempelopori terbentuknya Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia (HIMAPIKANI) yang dideklarasikan di Makassar.&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:Alison;font-size:12;"   lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-US"&gt;Seiring dengan perjalanan waktu dan perkembangan dinamika kemahasiswaan dan keilmuan perikanan dengan sendirinya tiba pada kondisi yang dianggap tak mampu lagi menampung aspirasi dari mahasiswa perikanan yang begitu kompleks mulai dari tuntutan profesionalitas keilmuan sampai pada persoalan kelembagaan . sehingga terjadi desakan serta gugatan yang mencerminkan aspirasi dari warga agar HIMARIN melakukan pembenahan internal. Maka pada rapat luar biasa Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) yang saat itu ketuanya dijabat oleh Muh. Ibrahim tanggal 15 Agustus 1998. Diputuskan untuk mengadakan referendum. Maka saat itu, melalui melalui musyawarah luar biasa yang pada saat itu presidium sidangnya terdiri dari ikhsan, lukman, dan kamaruddin, terjadilah pemekaran HIMARIN menjadi tiga himpunan mahasiswa profesi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(HMP) setingkat HMJ, yaitu Himpunan Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) dengan ketua pertamanya adalah Lukman, didirikan pada tanggal 23 agustus 1998 , bersamaan dengan di bentuknya Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan, juga terbentuk 2 himpunan yang lain yaitu Himpunan Mahasiswa Budidaya Perairan (HIMA BDP) dengan ketua pertamanya yaitu Syamsu Alang. Kemudian Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (KM-PSP) dengan nahkoda pertamanya yaitu Kamaruddin. Kemudian pada tanggal 20 mei tahun 2000 didirikan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan (HIMASEI) dengan ketua pertamanya yaitu Firman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-916658056798343198?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/916658056798343198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/01/sejarah-perikanan-unhas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/916658056798343198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/916658056798343198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2010/01/sejarah-perikanan-unhas.html' title='sejarah perikanan unhas'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-2403475536394072634</id><published>2009-09-30T13:19:00.000+08:00</published><updated>2009-09-30T13:21:46.397+08:00</updated><title type='text'>ciri morfometrik pada ikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/SsLq4Kj8UVI/AAAAAAAAAGQ/IZrGIQCifQg/s1600-h/ikn+copy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/SsLq4Kj8UVI/AAAAAAAAAGQ/IZrGIQCifQg/s400/ikn+copy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387126354917216594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda beda, tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan diantaranya adalah makanan , ph , suhu, dan salinitas, faktor faktor tersebut, baik secara sendiri sendiri maupun secara bersama sama , mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan mempunyai umur yang sama namun ukuran mutlak di antara keduanya dapat saling berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran ikan adalah jarak antara suatu bagian tubuh dengan bagian tubuh yang lainnya. Satuan ukuran yang digunakan sangat bervariasi. Di Indonesia, satuan ukuran yang umum digunakan adalah sentimeter (cm) atau milimeter (mm), tergantung dari keinginan si pengukur . ukuran ukuran ini sering disebut ukuran mutlak. Untuk memperoleh ukuran yang lebih teliti, sebaiknya si pengukur menggunakan jangka sorong (caliper)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk memberikan ukuran bagian bagian ikan dalam ukuran mutlak (misalnya cm) pada saat melakukan identifikasi. Ukuran yang digunakan untuk identifikasi hanyalah merupakan ukuran perbandingan. Se ekor ikan yang memiliki panjang total 25 cm dan panjang kepala 5 cm, maka perbandingan yang dinyatakan adalah panjang kepala sama dengan seperlima panjang total tubuhnya.&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-2403475536394072634?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/2403475536394072634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/ciri-morfometrik-pada-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/2403475536394072634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/2403475536394072634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/ciri-morfometrik-pada-ikan.html' title='ciri morfometrik pada ikan'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/SsLq4Kj8UVI/AAAAAAAAAGQ/IZrGIQCifQg/s72-c/ikn+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-3117732394419780503</id><published>2009-09-29T10:48:00.000+08:00</published><updated>2009-09-29T10:54:12.993+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kuliah statistik'/><title type='text'>tugas statistik</title><content type='html'>tugas statistik edisi 29 september 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika suatu populasi 1, 1, 1, 3, 4, 5, 6, 6, 6, 7, hitunglah peluang suatu sampel acak berukuran 36 yg diambil dengan pemulihan, akan menghasilkan rata2 sampel yg lebih besar dari 3,8 tetapi lebih kecil dari 4,5 jika rata2 itu diukur sampai persepuluhan terdekat??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Sebuah pabrik memproduksi lampu. Jika umur lampu itu menyebar normal dgn rata2 800 jam &amp; simpangan baku 40 jam, hitunglah peluang bahwa suatu sampel acak 16 lampu akan mempunyai umur rata2 kurang dari 775 jam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tabung gambar TV A memiliki rata2 umur 6,5 thn &amp; simpangan baku 0,9 thn, sdgkan tabung gambar TV B rata2 umurnya 6,0 thn &amp; simp. baku 0,8 thn. Berapa peluang bahwa sebuah sampel acak 36 tabung TV A mencapai umur rata2 sekurang2nya 1 thn lebih lama daripada umur rata2 49 tabung TV B??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Dari pengalaman menunjukkan bhw 10% anggota masyarakat menderita penyakit A. Penelitian akan dilakukan berdasarkan sampling. Perbedaan proporsi anggota yg menderita penyakit A dari sampel ke sampel maksimum dikehendaki sebesar 1%. Berapa besar ukuran sampel paling sedikit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ukuran sampel minimal tersebut, tentukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. rata2 &amp; simp. Baku utk proporsi penderita penyakit A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. peluang sampel itu akan berisikan penderita penyakit A:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). antara 80 dan 95 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). lebih dari 98 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). paling banyak 75 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Macam lampu A rata2 menyala 1400 jam &amp; macam lampu B arata2 menyala 1300 jam. Simp. bakunya masing2 160 jam &amp; 125 jam. Dari tiap populasi diambil sebuah sampel acak berukurn 85 dari lampu A &amp; 100 dari lampu B. Tentukan peluang rata2 menyala lampu dalam sampel dari A paling sedikit akan 50 jam lebihnya dari rata2 menyala lampu dalam sampel dari B.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-3117732394419780503?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/3117732394419780503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/tugas-statistik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/3117732394419780503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/3117732394419780503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/tugas-statistik.html' title='tugas statistik'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-1801049736228316876</id><published>2009-09-14T20:44:00.000+08:00</published><updated>2009-09-14T21:07:35.618+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='planktonologi'/><title type='text'>Defenisi plankton</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sq5ABz_qt6I/AAAAAAAAAEw/z15pUZsPnF0/s1600-h/micro_plankton_1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 284px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sq5ABz_qt6I/AAAAAAAAAEw/z15pUZsPnF0/s400/micro_plankton_1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381309004635617186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;     konon katanya plankton merupakan kotoran air (tai), namun sebenarnya jika kita melihat dengan jelih mengenai plankton itu sendiri maka kita akan amat bangga bisa mengetahui tentang plankton,sebelum kita jauh melihat tentang plankton alangkah baiknya kita mengetahui defenisi dari plankton itu sendiri...!&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Plankton dapat di defenisikan sebagai microorganisme yang hidup di dalam air yang dimana pergerakanya di pengaruhi oleh arus hidupnya melayang layang,dan gaya geraknya sangat kecil.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;plankton sendiri terbagi atas 2 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;zooplankton (plankton yang berwujud hewan)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;phytoplankton (plankton yang berwujud tumbuhan)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;berdasarkan ukuranya plankton terbagi atas 2 yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;makroplankton&lt;/li&gt;&lt;li&gt;mikroplankton&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;berdasarkan distribusi lingkunganya dapat di bedakan atas :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;limnoplankton ( plankton yang hidup di danau)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;rheoplankton ( plankton yang hidup di air mengalir)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;heleoplankton ( planktot yang hidup di kolam kolam )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;heliiplankton ( plankton yang hidup di air laut )&lt;/li&gt;&lt;li&gt;hypalmyroplankton ( plankton yang hidup di air payau )&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;embed src="http://blogoholic.info/wellcome.swf" quality="high" bgcolor="white" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi? P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" width="500" height="100"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-1801049736228316876?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/1801049736228316876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/defenisi-plankton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1801049736228316876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1801049736228316876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/defenisi-plankton.html' title='Defenisi plankton'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sq5ABz_qt6I/AAAAAAAAAEw/z15pUZsPnF0/s72-c/micro_plankton_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-7381565953264511280</id><published>2009-09-08T22:16:00.000+08:00</published><updated>2009-09-08T22:26:27.978+08:00</updated><title type='text'>proses pembentukan laut berdasarkan teori laplace</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah singkat  penemu teori laplace&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;      Kant, Immanuel (1724-1804) - Seorang filsuf Jerman yang pada tahun 1755 mengajukan cikal-bakal teori modern tentang tata surya. Kant percaya bahwa planet-planet tumbuh dari sebuah cakram materi di sekeliling Matahari, sebuah gagasan yang kemudian dikembangkan oleh Marquis de Laplace. Kant juga berpendapat bahwa nebula suram yang terlihat di antariksa adalah galaksi tersendiri seperti galaksi Bima Sakti kita. Pendapat tersebut kini telah terbukti kebenarannya. &lt;br /&gt;      Laplace, Pierre Simon, Marquis de (1749-1827) - Seorang ahli matematika Prancis yang mengembangkan teori asal mula tata surya yang digagas oleh Immanuel Kant. Di tahun 1796, Laplace melukiskan bagaimana cincin-cincin materi yang terlempar dari Matahari dapat memadat menjadi planet-planet. Perincian teori tersebut telah ditinjau kembali, tetapi pada pokoknya tidak berbeda dengan teori-teori modern mengenai awal-mula terjadinya tata surya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut teori laplace&lt;br /&gt;       Bahwa bumi berasal dari suatu bintang yang berbentuk kabut raksasa bersuhu tidak terlalu panas dan  penyebarannya terpencar dalam kondisi berputar dan dikenal sebagai awal-mula dari matahari. Akibat perputaran tersebut menyebabkan matahari ini kehilangan daya energinya dan akhirnya mengkerut. Sebagai akibat dari  proses pengkerutan tersebut, maka  ia akan  berputar  lebih cepat lagi. Dalam  keadaan  seperti  ini, maka pada bagian  ekuator kecepatannya akan semakin  meningkat dan menimbulkan  terjadinya  gaya sentrifugal. Gaya ini akhirnya akan melampaui tarikan dari gayaberatnya, yang semula berfungsi sebagai penyeimbang, dan  menyebabkan sebagian dari bahan yang berasal dari matahari tersebut terlempar. Bahan-bahan yang terlempar  ini kemudian dalam  perjalanannya juga berputar mengikut i induknya, juga akan mengkerut dan  membentuk  sejumlah  planit-planit, salah satunya adalah  planit bumi. &lt;br /&gt;       Bumi dilahirkan 4,5 milyar tahun yang lalu, tata surya kita yang bernama Bima Sakti, terbentuk dari kumpulan debu di angkasa raya yang dalam proses selanjutnya tumbuh menjadi gumpalan bebatuan dari mulai yang berukuran kecil hingga ke ukuran asteroid sebesar ratusan kilometer. Bebatuan  angkasa tersebut selanjutnya saling bertabrakan, dimana awalnya tabrakan yang terjadi masih lambat. Akibat adanya gaya gravitasi, bebatuan angkasa yang saling bertabrakan itu saling menyatu dan membentuk suatu massa batuan yang kemudian menjadi cikal bakal (embrio) bumi. Lama kelamaan dengan semakin banyaknya bebatuan yang menjadi satu tersebut, embrio bumi tumbuh semakin besar. Sejalan dengan semakin berkembangnya embrio bumi tersebut, semakin besar pula gaya tarik gravitasinya sehingga bebatuan angkasa yang ada mulai semakin cepat menabrak permukaan embrio bumi yang sudah tumbuh semakin besar itu. Akibat tumbukan2 yang sangat dahsyat tersebut timbulah ledakan2 yang sudah pasti sangat dahsyat pula yang mengakibatkan terbentuknya kawah2 yang sangat besar dan pelepasan panas secara besar besaran pula.&lt;br /&gt;       Laut sendiri menurut sejarahnya terbentuk 4,4 milyar tahun yang lalu, Para ahli sendiri memiliki beberapa versi tentang hal itu. Salah satu versi yang di angkat kali ini adalah bahwa pada saat itu, bumi mulai mendingin akibat mulai berkurangnya aktivitas vulkanik, disamping itu atmosfer bumi pada saat itu tertutup oleh debu-debu vulkanik yang mengakibatkan terhalangnya sinar matahari untuk masuk ke bumi. Akibatnya, uap air di atmosfer mulai terkondensasi dan terbentuklah hujan. Hujan inilah (yang mungkin berupa hujan tipe mamut juga) yang mengisi cekungan-cekungan di bumi hingga terbentuklah lautan. Dimana awalnya bersifat sangat asam dengan air yang mendidih (dengan suhu sekitar 100C) karena panasnya bumi pada saat itu. Asamnya air laut terjadi karena saat itu atmosfer bumi dipenuhi oleh karbon dioksida. Keasaman air inilah yang menyebabkan tingginya pelapukan yang terjadi yang menghasilkan garam-garaman yang menyebabkan air laut menjadi asin seperti sekarang ini. Pada saat itu, gelombang tsunami sering terjadi karena seringnya asteroid menghantam bumi. Pasang surut laut yang terjadi pada saat itu bertipe mamut alias ‘luar biasa’ tingginya karena jarak bulan yang begitu dekat dengan bumi.&lt;br /&gt;       Secara perlahan-lahan, jumlah karbon dioksida yang ada diatmosfer mulai berkurang akibat terlarut dalam air laut dan bereaksi dengan ion karbonat membentuk kalsium karbonat. Akibatnya, langit mulai menjadi cerah sehingga sinar matahari dapat kembali masuk menyinari bumi dan mengakibatkan terjadinya proses penguapan sehingga volume air laut di bumi juga mengalami pengurangan dan bagian-bagian di bumi yang awalnya terendam air mulai kering. Proses pelapukan batuan terus berlanjut akibat hujan yang terjadi dan terbawa ke lautan, menyebabkan air laut semakin asin.&lt;br /&gt;Pada 3,8 milyar tahun yang lalu, planet bumi mulai terlihat biru karena laut yang sudah terbentuk tersebut. Suhu bumi semakin dingin karena air di laut berperan dalam menyerap energi panas yang ada, namun pada saat itu diperkirakan belum ada bentuk kehidupan di bumi. Kehidupan di bumi, menurut para ahli, berawal dari lautan (life begin in the ocean). Namun demikian, masih merupakan perdebatan hangat hingga saat ini kapan tepatnya kehidupan awal itu terjadi dan di bagian lautan yang mana? apakah di dasar laut ataukah di permukaan? Hasil penemuan geologis pada tahun 1971 pada bebatuan di Afrika Selatan (yang diperkirakan berusia 3,2 s.d. 4 milyar tahun) menunjukkan adanya fosil seukuran beras dari bakteri primitif yang diperkirakan hidup di dalam lumpur mendidih di dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-7381565953264511280?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/7381565953264511280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/proses-pembentukan-laut-berdasarkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/7381565953264511280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/7381565953264511280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/09/proses-pembentukan-laut-berdasarkan.html' title='proses pembentukan laut berdasarkan teori laplace'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-8416539962058995755</id><published>2009-04-18T11:31:00.000+08:00</published><updated>2009-04-18T11:42:10.948+08:00</updated><title type='text'>EKOLOGI PERAIRAN FIKP UNHAS</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ekologi                  berasal dari bahasa Yunani, yangterdiri dari dua kata, yaitu &lt;i&gt;&lt;b&gt;oikos&lt;/b&gt;                  &lt;/i&gt;yang artinya &lt;i&gt;rumah &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;tempat hidup, &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;&lt;b&gt;logos                  &lt;/b&gt; &lt;/i&gt;yang berarti &lt;i&gt;ilmu. &lt;/i&gt;Ekologi diartikan sebagai ilmu                  yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi                  antara makhluk hidup dan lingkungannya (lihat Gambar 6. 1). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;EKOLOGI PERAIRAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dalam                  ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai kesatuan atau                  sistem dengan lingkungannya. Definisi ekologi seperti di atas,                  pertama kali disampaikan oleh &lt;i&gt;Ernest Haeckel &lt;/i&gt;(zoologiwan                  Jerman, 1834-1914).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Ekologi adalah cabang ilmu biologi yangbanyak memanfaatkan informasi                  dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia, fisika,                  geologi, dan klimatologi untuk pembahasannya. Penerapan ekologi                  di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan                  kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan                  produktivitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan                  lingkungannya. Pengamatan ini bertujuan untuk menemukan prinsip-prinsip                  yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Dalam studi ekologi digunakan metoda pendekatan secara rnenyeluruh                  pada komponen-kornponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang                  lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan                  ekosistem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Pembahasan                  ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai                  komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktora                  biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi,                  sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari                  manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan                  erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu                  populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling mempengaruhi dan                  merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Faktor Biotik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Faktor                  biotik adalah faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup di                  bumi, baik tumbuhan maupun hewan. Dalam ekosistem, tumbuhan berperan                  sebagai produsen, hewan berperan sebagai konsumen, dan mikroorganisme                  berperan sebagai dekomposer. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;table border="0" width="100%"&gt;                 &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                    &lt;td valign="top" width="79%"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Faktor                      biotik juga meliputi tingkatan-tingkatan organisme yang meliputi                      individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan-tingkatan                      organisme makhluk hidup tersebut dalam ekosistem akan saling                      berinteraksi, saling mempengaruhi membentuk suatu sistemyang                      menunjukkan kesatuan. Secara lebih terperinci, tingkatan organisasi                      makhluk hidup adalah sebagai berikut. Perhatikan Gambar.&lt;/span&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="file:///D:/ivan/ekper/0027%20Bio%201-6b_files/1-6b.jpg" height="270" width="250" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;                   &lt;td valign="top" width="21%"&gt;                                           &lt;p align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:78%;"&gt;Gbr.                        Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;                   &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;A.                  Individu&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Individu merupakan organisme tunggal seperti : seekor tikus, seekor                  kucing, sebatang pohon jambu, sebatang pohon kelapa, dan seorang                  manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dalam                  mempertahankan hidup, seti jenis dihadapkan pada masalah-masalah                  hidup yang kritis. Misalnya, seekor hewan harus mendapatkan makanan,                  mempertahankan diri terhadap musuh alaminya, serta memelihara                  anaknya. Untuk mengatasi masalah tersebut, organisme harus memiliki                  struktur khusus seperti : duri, sayap, kantung, atau tanduk. Hewan                  juga memperlihatkan tingkah laku tertentu, seperti membuat sarang                  atau melakukan migrasi yang jauh untuk mencari makanan. Struktur                  dan tingkah laku demikian disebut a&lt;i&gt;daptasi.&lt;/i&gt; Perhatikan                  Gambar 6.4.&lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ada                  bermacam-macam adaptasi makhluk hidup terhadap lingkungannya,                  yaitu: adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi, dan adaptasi tingkah                  laku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;i&gt;&lt;b&gt;1. Adaptasi morfologi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Adaptasi                  morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh untuk kelangsungan                  hidupnya. Contoh adaptasi morfologi, antara lain sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                 &lt;br /&gt;                &lt;i&gt;a.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Gigi-gigi khusus&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Gigi                  hewan karnivora atau pemakan daging beradaptasi menjadi empat                  gigi taring besar dan runcing untuk menangkap mangsa, serta gigi                  geraham dengan ujung pemotong yang tajam untuk mencabik-cabik                  mangsanya. Lihat Gambar 6.5. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;b&lt;/i&gt;.                  &lt;i&gt;Moncong&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Trenggiling besar adalah hewan menyusui yang hidup di hutan rimba                  Amerika Tengah dan Selatan. Makanan trenggiling adalah semut,                  rayap, dan serangga lain yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;merayap.                  Hewan ini mempunyai moncong panjang dengan ujung mulut kecil tak                  bergigi dengan lubang berbentuk celah kecil untuk mengisap semut                  dari sarangnya. Hewan ini mempunyai lidah panjang dan bergetah                  yangdapat dijulurkan jauh keluar mulut untuk menangkap serangga.                  Lihat Gambar 6.6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;c.                  Paruh&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Elang                  memiliki paruh yang kuat dengan rahang atas yang melengkung dan                  ujungnya tajam. Fungsi paruh untuk mencengkeram korbannya. Perhatikan                  Gambar 6.7 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;.                  &lt;i&gt;Daun&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tumbuhan                  insektivora (tumbuhan pemakan serangga), misalnya kantong semar,                  memiliki daun yang berbentuk piala dengan permukaan dalam yang                  licin sehingga dapat menggelincirkan serangga yang hinggap.&lt;/span&gt;                  &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dengan                  enzim yang dimiliki tumbuhan insektivora, serangga tersebut akan                  dilumatkan, sehingga tumbuhan ini memperoleh unsur yang diperlukan.                  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;e&lt;/i&gt;.                  &lt;i&gt;Akar&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Akar                  tumbuhan gurun kuat dan panjang,berfungsi untuk menyerap air yang                  terdapat jauh di dalam tanah. Sedangkan akar hawa pada tumbuhan                  bakau untuk bernapas. (LihatGambar 6.9).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;i&gt;&lt;b&gt;2.                Adaptasi fsiologi&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Adaptasi                fisiologi merupakan penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan                hidupnya. Contohnya adalah sebagai berikut. &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;a&lt;/i&gt;.                  &lt;i&gt;Kelenjar bau&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Musang                  dapat mensekresikan bau busukdengan cara menyemprotkan cairan                  melalui sisi lubang dubur. Sekret tersebut berfungsi untuk menghindarkan                  diri dari musuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;i&gt;b&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Kantong tinta&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;Cumi-cumi dan gurita memiliki kantong tinta yang berisi cairan                  hitam. Bila musuh datang, tinta disemprotkan ke dalam air sekitarnya                  sehingga musuh tidak dapat melihat kedudukan cumi-cumi dan gurita.                  (LihatGambar 6.1 0).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;c.                  Mimikri pada kadal&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Kulit                  kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan                  warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor                  luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya. Lihat Gambar 6.11.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;i&gt;&lt;b&gt;3. Adaptasi tingkah laku&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Adaptasi                  tingkah laku merupakan adaptasi yang didasarkan pada tingkah laku.                  Contohnya sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;a.&lt;/i&gt;                  &lt;i&gt;Pura-pura tidur atau mati&lt;br /&gt;                &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Beberapa                  hewan berpura-pura tidur atau mati, misalnya tupai Virginia. Hewan                  ini sering berbaring tidak berdaya dengan mata tertutup bila didekati                  seekor anjing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;i&gt;b.&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Migrasi&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ikan                  salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat                  yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun,                  ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul                  di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke                  sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma                  di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya                  mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air                  tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir                  dan akhirnya ke laut. Perhatikan Gambar 6.12.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;B.&lt;/b&gt;                  &lt;b&gt;Populasi&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Kumpulan individu sejenis yang hidup padasuatu daerah dan waktu                  tertentu disebut &lt;i&gt;populasi &lt;/i&gt;Misalnya, populasi pohon kelapa                  dikelurahan Tegakan pada tahun 1989 berjumlah 2552 batang.&lt;/span&gt;                &lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Ukuran                  populasi berubah sepanjang waktu. Perubahan ukuran dalam populasi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  ini disebut &lt;i&gt;dinamika populasi. &lt;/i&gt;Perubahan ini dapat dihitung                  dengan menggunakan rumus perubahan jumlah dibagi waktu. Hasilnya                  adalah kecepatan perubahan dalam populasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Misalnya, tahun 1980 populasi Pinus di Tawangmangu ada 700 batang.                  Kemudian pada tahun 1990 dihitung lagi ada 500 batang pohon Pinus.                  Dari fakta tersebut kita lihat bahwa selama 10 tahun terjadi pengurangan                  pohon pinus sebanyak 200 batang pohon. Untuk mengetahui kecepatan                  perubahan maka kita membagi jumlah batang pohon yangberkurang                  dengan lamanya waktu perubahan terjadi :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;u&gt;                700 - 500 &lt;/u&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;img src="file:///D:/ivan/ekper/0027%20Bio%201-6b_files/putih%25203x3.htm" height="8" width="15" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;=                &lt;u&gt;200batang&lt;br /&gt;              &lt;/u&gt;1990-1980 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;color:#000000;"&gt;&lt;img src="file:///D:/ivan/ekper/0027%20Bio%201-6b_files/putih%25203x3.htm" height="8" width="24" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;10                tahun&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              = 20 batang/tahun&lt;br /&gt;              &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Dari rumus hitungan di atas kita dapatkan kesimpulan bahwa rata-rata                  berkurangnya pohon tiap tahun adalah 20 batang. Akan tetapi, perlu                  diingat bahwa penyebab kecepatan rata-rata dinamika populasi ada                  berbagai hal. Dari alam mungkin disebabkan oleh bencana alam,                  kebakaran, serangan penyakit, sedangkan dari manusia misalnya                  karena tebang pilih. Namun, pada dasarnya populasi mempunyai karakteristik                  yang khas untuk kelompoknya yang tidak dimiliki oleh masing-masing                  individu anggotanya. Karakteristik iniantara lain : kepadatan                  &lt;i&gt;(densitas), &lt;/i&gt;laju kelahiran &lt;i&gt;(natalitas), &lt;/i&gt;laju kematian                  &lt;i&gt;(mortalitas), &lt;/i&gt;potensi biotik, penyebaran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;umur,                  dan bentuk pertumbuhan. Natalitas danmortalitas merupakan penentu                  utama pertumbuhan populasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Dinamika populasi dapat juga disebabkan imigrasi dan emigrasi.                  Hal ini khusus untuk organisme yang dapat bergerak, misalnyahewan                  dan manusia. &lt;i&gt;Imigrasi &lt;/i&gt;adalahperpindahan satu atau lebih                  organisme kedaerah lain atau peristiwa didatanginya suatu daerah                  oleh satu atau lebih organisme; didaerah yang didatangi sudah                  terdapat kelompok dari jenisnya. Imigrasi ini akan meningkatkan                  populasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Emigrasi                  &lt;/b&gt; &lt;/i&gt;adalah peristiwa ditinggalkannya suatu daerah oleh satu                  atau lebih organisme, sehingga populasi akan menurun. Secara garis                  besar, imigrasi dan natalitas akan meningkatkan jumlah populasi,                  sedangkan mortalitas dan emigrasi akan menurunkan jumlah populasi.                  Populasi hewan atau tumbuhan dapat berubah, namun perubahan tidak                  selalu menyolok. Pertambahan atau penurunan populasi dapat menyolok                  bila ada gangguan drastis dari lingkungannya, misalnya adanya                  penyakit, bencana alam, dan wabah hama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;C.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Komunitas&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Komunitas                  ialah kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu                  dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi                  satu sama lain. Komunitas memiliki derajat keterpaduan yang lebih                  kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas                  dan antara komponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;b&gt;D.                Ekosistem&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Antara                komunitas dan lingkungannya selalu terjadi interaksi. Interaksi                ini menciptakan kesatuan ekologi yang disebut ekosistem. Komponen                penyusun ekosistem adalah produsen (tumbuhan hijau), konsumen (herbivora,                karnivora, dan omnivora), dan dekomposer/pengurai (mikroorganisme).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Faktor Abiotik&lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Faktor                  abiotik adalah faktor tak hidup yang meliputi faktor fisik dan                  kimia. Faktor fisik utama yang mempengaruhi ekosistem adalah sebagai                  berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;a. Suhu&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Suhu                  berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang                  diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang                  hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;b.                  Sinar matahari&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Sinar                  matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari                  menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang                  dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;c. Air&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Air                  berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan                  hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan,                  perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air                  diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi                  bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain,                  misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan                  pelapuk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;d.                  T&lt;/b&gt;&lt;b&gt;anah&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Tanah                  merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda                  menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah                  juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme,                  terutama tumbuhan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                 &lt;br /&gt;                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;e&lt;/b&gt;.                  &lt;b&gt;Ketinggian&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Ketinggian tempat menentukan jenis organisme yang hidup di tempat                  tersebut, karena ketinggian yang berbeda akan menghasilkan kondisi                  fisik dan kimia yang berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;f. Angin&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Angin                  selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam                  penyebaran biji tumbuhan tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;g.                  Garis lintang&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan                  yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan                  perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme                  yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Interaksi                  antarkomponen ekologi dapatmerupakan interaksi antarorganisme,antarpopulasi,                  dan antarkomunitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;A. Interaksi antar organisme&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Semua                  makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain.                  Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang                  sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya                  atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian                  banyak kita lihat di sekitar kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Interaksi                  antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang                  kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai                  berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;a. Netral&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Hubungan                  tidak saling mengganggu antarorganisme dalam habitat yang sama                  yang bersifat tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah                  pihak, disebut netral. Contohnya : antara capung dan sapi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;b.                  Predasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Predasi                  adalah hubungan antara mangsa dan pemangsa (predator). Hubungan                  ini sangat erat sebab tanpa mangsa, predator tak dapat hidup.                  Sebaliknya, predator juga berfungsi sebagai pengontrol populasi                  mangsa. Contoh : Singa dengan mangsanya, yaitu kijang, rusa,dan                  burung hantu dengan tikus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  c. Parasitisme&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Parasitisme                  adalah hubungan antarorganisme yang berbeda spesies, bilasalah                  satu organisme hidup pada organisme lain dan mengambil makanan                  dari hospes/inangnya sehingga bersifat merugikan inangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;contoh                  : &lt;i&gt;Plasmodium &lt;/i&gt;dengan manusia, &lt;i&gt;Taeniasaginata &lt;/i&gt;dengan                  sapi, dan benalu dengan pohon inang. Perhatikan Gambar 6.15 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;d. Komensalisme&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Komensalisme                  merupakan hubunganantara dua organisme yang berbeda spesies dalam                  bentuk kehidupan bersama untuk berbagi sumber makanan; salah satu                  spesies diuntungkan dan spesies lainnya tidak dirugikan. Contohnya                  anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;e. Mutualisme&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Mutualisme                  adalah hubungan antara dua organisme yang berbeda spesies yang                  saling menguntungkan kedua belah pihak. Contoh, bakteri &lt;i&gt;Rhizobium                  &lt;/i&gt;yang hidup pada bintil akar kacang-kacangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;B.                  Interaksi Antarpopulasi&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Antara                  populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi                  secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh                  interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Alelopati&lt;/b&gt;                  &lt;/i&gt;merupakan interaksi antarpopulasi, bila populasi yang satu                  menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain.                  Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi                  tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat                  toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai                  &lt;i&gt;anabiosa.&lt;/i&gt;Contoh, jamur &lt;i&gt;Penicillium sp. &lt;/i&gt;dapat menghasilkan                  antibiotika yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kompetisi                  &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;merupakan interaksi antarpopulasi, bila antarpopulasi                  terdapat kepentingan yang sama sehingga terjadi persaingan untuk                  mendapatkan apa yang diperlukan. Contoh, persaingan antara populasi                  kambing dengan populasi sapi di padang rumput.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;b&gt;C. Interaksi Antar Komunitas&lt;br /&gt;                &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Komunitas                  adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama                  dan saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas                  sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam                  organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas                  sungai&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer.                  Antara komunitas sungai dan sawah terjadi interaksi dalam bentuk                  peredaran nutrien dari air sungai ke sawah dan peredaran organisme                  hidup dari kedua komunitas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Interaksi antarkomunitas cukup komplek karena tidak hanya melibatkan                  organisme, tapi juga aliran energi dan makanan. Interaksi antarkomunitas                  dapat kita amati, misalnya pada daur karbon. Daur karbon melibatkan                  ekosistem yang berbeda misalnya laut dan darat. Lihat Gambar 6.16.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;b&gt;D.                &lt;/b&gt; &lt;b&gt;Interaksi Antarkomponen Biotik dengan Abiotik&lt;br /&gt;              &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Interaksi                antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubunganantara                organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi                dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat                juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta                siklus materi.&lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Dengan                  adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan                  keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan                  ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan                  ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan                  ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;Adanya                  perubahan-perubahan pada populasi mendorong perubahan pada komunitas.                  Perubahan-perubahan yang terjadi menyebabkan ekosistem berubah.                  Perubahan ekosistem akan berakhir setelah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  terjadi keseimbangan ekosistem. Keadaan ini merupakan klimaks                  dari ekosistem. Apabila pada kondisi seimbang datang gangguan                  dariluar, kesimbangan ini dapat berubah, dan perubahan yang terjadi                  akan selalu mendorong terbentuknya keseimbangan baru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;               &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Rangkaian perubahan mulai dari ekosistem tanaman perintis sampai                  mencapai ekosistem klimaks disebut suksesi. Terjadinya suksesi                  dapat kita amati pada daerah yang baru saja mengalami letusan                  gunung berapi. Rangkaian suksesinya sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;               &lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;                  Mula-mula daerah tersebut gersang dan tandus. Setelah beberapa                  saat tanah akan ditumbuhi oleh tumbuhan perintis, misalnya lumut                  kerak. Tumbuhan perintis ini akan menggemburkan tanah, sehingga                  tanah dapat ditumbuhi rumput-rumputan yang tahan kekeringan. Setelah                  rumput-rumput ini tumbuh dengan suburnya, tanah akan makin gembur                  karena akar-akar rumput dapat menembus dan melapukan tanah, juga                  karena rumput yang mati akan mengundang datangnya dekomposer (pengurai)                  untuk menguraikan sisa tumbuhan yang mati. Dengan semakin subur                  dan gemburnya tanah maka biji-biji semak yang terbawa dari luar                  daerah itu akan tumbuh, sehingga proses pelapukkan akan semakin                  banyak. Dengan makin gemburnya tanah, pohon-pohon akan mulai tumbuh.                  Kehadiran pohon-pohon akan mendesak kehidupan rumput dan semak                  sehingga akhirnya tanah akan didominasi oleh pepohonan. Sejalan                  dengan perubahan vegetasi, hewan-hewan yang menghuni daerah tersebut                  juga mengalami perubahan tergantung pada perubahan jenis vegetasi                  yang ada. Ada hewan yang datang dan ada hewan yang pergi. Komunitas                  klimaks yang terbentuk dapat berupa komunitas yang homogen, tapi                  dapat juga komunitas yang heterogen. Contoh komunitas klimaks                  homogen adalah hutan pinus, hutan jati. Contoh komunitas klimaks                  yang heterogen misalnya hutan hujan tropis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-8416539962058995755?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/8416539962058995755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/04/ekologi-perairan-fikp-unhas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8416539962058995755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/8416539962058995755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/04/ekologi-perairan-fikp-unhas.html' title='EKOLOGI PERAIRAN FIKP UNHAS'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-6238282355215743197</id><published>2009-04-09T10:12:00.000+08:00</published><updated>2009-04-09T10:15:26.091+08:00</updated><title type='text'>sekilas tentang tidore</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH KOTA TIDORE KEPULAUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak puluhan abad kota tidore telah dikenal oleh bangsa barat dan timur tengah karena rempah-rempahnya, dimana pada tahun 1512 kota ini dipeributkan oleh bangsa-bangsa eropa dan menjadi korban politik devide et impera. Sejarah mencatat tidore merupakan salah satu bagian dari lintasan perdagangan jalur suterapada abad ke-7 masehi. Sejarah kota tidore diawali dengan terbentuknya moloku pada tahun 1257. f. s. a de cherco dalam bukunya “ bijdragen tot de kennis residentil” mengatakan bahwa ada 3 fase yang melatarbelakangi sejarah pemerintahan di maluku:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tahun 1257 – 1484  berdirinya kerajaan-kerajaan dengan kepala pemerintahan tertentu di tidore dan ternatae.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tahun 1484 – 1817, masuknya agama islam yang merupakan awal terbentuknya pemerintahan sementara inggris berakhir dan berahli dibawah kekuasaan kolonial belanda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 8 napember 1521 juan sebastian de el cano beserta awak kapal trinidad dan victoria merapat di tidore dalam pelayarannya mengelilingi dunia yang pertama. Sejarah itu diabadikan dengan dibangunnya tugu pendaftaran bangsa spanyol yang dibuat oleh kedutaan besar spanyol pada tanggal 30 maret 1993. koya tidore keplauan merupakan daerah otonom yang berada di propinsi maluku utara yang dimekarkan dari kabupaten halmahera tengah berdasarkan undang-undang republik indonesia nomor 1 tahun 2003 tanggal 31 mei 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LETAK GEOGRAFIS DAN IKLIM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kota tidore kepulauan berada pada 0º - 20 º lintang utara dengan posisi 127 º - 127,45 º bujur timur dengan luas wilayah 14.220,02 km² , terdiri dari luas daratan 9.816,16 km², (69,03%) dan luas lautan 4.403,85 km² (30, 97%). Wilayah kota tidore kepulauan terdiri dari gugusan pulau besar (bagian tengah pulau halmahera ), pulau tidore serta 10 pulau kecil yang mengelilinginya yaitu, pulau maitara, pulau mare, pulau wado, pulau raja, pulau joji, pulau guratu, pulau tamong, pulau tawang dan pulau sibu.&lt;br /&gt;Kota tidore kepulaan beriklim tropis dengan tingkat curah hujan rata-rata 2.000 mm, dimana tipelogi iklim alpha sangat berpengaruh pada dua musim, yaitu musim kemarau terjadi pada bulan desember – maret, musim hujan terjadi pada bulan mei – oktober dan musim pancaroba terjadi pada bulan april – desember.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ADMINISTRATIF PEMERINTAHAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara administratif kota tidore kepulauan terbagi atas lima kecamatan tidore, tidore selatan, tidore utara, oba utara dan oba selatan dengan 20 kelurahan dan 22 desa dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:&lt;br /&gt;• sebelah utara berbatasan dengan pulau ternate dan kabupaten halmahera barat&lt;br /&gt;• sebelah timur berbatasan dengan kabupaten halmahera timur dan kabupaten halmahera tengah.&lt;br /&gt;• Sebelah selatan berbatasan dengan kabuputen halmahera selatan.&lt;br /&gt;• Sebelah barat berbatasan dengan perairan maluku utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DEMOGRAFI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penduduk kota tidore kepulauan berdasar data tahun 2006 adalah sebanyak 85.655 jiwa terdiri dari laki-laki 42.880 jiwa (50,06%) dan perempuan 42.775 jiwa (49,94%) dengan kepadatan penduduk sebesar 48 jiwa /km dengan laju pertumbuhan sebesar 0,54% pertahun.&lt;br /&gt;Adapun konsentrasi kepadatan penduduk kota tidore kepulauan adalah dipulau tidore sebesar 63, 65% dan pulau lainnya sebesar 36,35%. Komposisi penduduk di kota tidore kepulauan menurut lapangan usaha dan mata pencaharian masih didominasikan oleh sektor pertanian dalam arti luas mencakup tanaman pangan, perkebunan, perikanan,&lt;br /&gt;peternakan dan kehutanan dengan jumlah sebesar 70,15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;VISI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;TERWUJUDNYA KOTA TIDORE KEPULAUAN YANG BERIMAN, MAJU, MANDIRI DAN BERPERADABAN&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;MISI&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan Kualitas Keberagamaan dilingkungan Masyarakat dan Pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan Kualitas SDM melalui Pelayanan Pendidikan, Kesehatan, Pembinaan Aparatur Pemerintah Daerah, Pembinaan Keperempuanan, Kepemudaan dan Olahraga&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan Serta Pengembangan Kawasan Strategis dan Cepat Tumbuh Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah KTK&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Meningkatkan Pembiayaan Pembagunan dengan Mengoptimalkan Pengelolaaan Sumber-Sumber Pendapatan Daerah dan Peningkatan Peranserta Kelompok Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merevitalisasi Nilai-Nilai Adat se Atoran Beserta Kelembagaannya serta mewujudkan kehdiupan Masyarakat yang Aman, Damai, Harmonis dan Berkepribadian&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Umum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Luas wilayah daratan 9.564,7 Km2 (69,03 %) &amp;amp; Lautan  4.293,2 Km 2                        ( 30,47 % )&lt;br /&gt;- Terdapat 11 pulau Kecil dan Besar&lt;br /&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;JUMLAH KELURAHAN/DESA DI KOTA TIDORE KEPULAUAN &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kecamatan Tidore Terdiri dari 8 Kelurahan dan 2 Desa&lt;br /&gt;- Kecamatan Tidore Selatan Terdiri dari 6 Kelurahan dan 2 Desa&lt;br /&gt;- Kecamatan Tidore Utara Terdiri dari 6 Kelurahan dan 2 Desa&lt;br /&gt;- Kecamatan Oba Terdiri dari 7 Desa&lt;br /&gt;- Kecamatan Oba Utara Terdiri dari 8 Desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertumbuhan Ekonomi Kota Tidore Kepulauan Periode 2004-2006&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertumbuhan Ekonomi Kota Tidore Kepulauan dari Tahun 2004 adalah 5,71, Tahun 2005 naik menjadi 5,79 Persen sedangkan Tahun 2006 mengalami kenaikan sebesar 5,89 % &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-6238282355215743197?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/6238282355215743197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/04/sekilas-tentang-tidore.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/6238282355215743197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/6238282355215743197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/04/sekilas-tentang-tidore.html' title='sekilas tentang tidore'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-1144902635119467750</id><published>2009-04-09T08:47:00.000+08:00</published><updated>2009-04-09T08:53:40.327+08:00</updated><title type='text'>Membuat kalender unik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sd1GW3cm0jI/AAAAAAAAADY/I2O4dsbGtzc/s1600-h/1602371p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 298px; height: 224px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sd1GW3cm0jI/AAAAAAAAADY/I2O4dsbGtzc/s400/1602371p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322487693276795442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="tanggalitem"&gt;kamis, 8 April 2009 | 09:00 WIT&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/syukri/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;&lt;p&gt;Ide menjadikan  koleksi foto sebagai kalender juga bisa menjadi konsep gimmick atau suvenir di acara pernikahan, misalnya dengan membuat koleksi foto pre-wedding pasangan mempelai menjadi kalender, kemudian membagikannya kepada para tamu. Hasilnya dijamin unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati sudah nyaris pertengahan tahun, tak ada salahnya Anda berkreasi membuat kalender berfoto. Yang perlu disiapkan cuma komputer yang telah terinstal aplikasi pembuat kalender gratisan, printer warna, dan kertas sebagai media cetaknya. Aplikasi gratisan yang digunakan di sini adalah TKexe Fotokalender. Software ini bisa diunduh dari situs web www.tkexe.de. Ayo, mulai berkreasi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Unduh dulu installer file aplikasi dari alamat www.tkexe.de/downloads/index.htm. Selanjutnya, instal-lah ke PC Anda. Aplikasi ini mensyaratkan sistem Windows NT/2000/XP/Vista, ruang hard disk 25MB, dan driver printer. Jika sudah, jalankan aplikasi dari menu Start.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada jendela aplikasi yang muncul, klik [Create new file...]. Pada boks yang nongol, tentukan folder simpan dari kalender yang akan dibuat, beri nama pada kotak isian "File name", lalu klik [Save]. Format kalender ini adalah .mdb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Langkah berikutnya adalah memilih template. Template yang tersedia hanya untuk kelander dinding, terdiri dari bulanan, kalender ulang tahun, tahunan, hingga fasilitas photo presentation. Klik [Next &gt;&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pilihlah opsi [Print on local printer] untuk mencetak kalender dengan printer sendiri. Tentukan ukuran kertas yang dipakai dengan mengklik opsi [Match print size to paper size], lalu klik [Recommended sizes..] untuk memilih ukuran kertas yang dipakai. Jika sudah, klik [Next &gt;&gt;].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Di boks berikutnya, tentukan bulan dan tahun yang hendak dibuat pada kalender. Klik [Next &gt;&gt;]. Selanjutnya, pilih model template desain. Pilih yang Anda sukai, lalu klik [Use selected template]. Tunggu beberapa saat hingga muncul jendela kerja untuk mengolah desain kalender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jendela kerja olah kalender akan muncul berbarengan dengan sebuah boks dialog untuk mencari foto dari hard drive Anda. Cari dan pilih foto yang hendak digunakan di kalender. Tampilan foto dari folder yang dipilih akan muncul di sisi bawah boks. Untuk memasukkannya ke kalender, klik foto pilihan, lalu tarik ke arah kalender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Anda bisa mengubah ukurannya menyesuaikan bidang kalender dengan menarik sisi samping atau bawah gambar. Pun Anda dapat mengubah setiap komponen yang muncul di kalender. Misalnya, jenis huruf kalender, warna background, dan sebagainya. Caranya, tinggal klik komponen tersebut lalu tunggu sampai muncul boks dialog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Misalnya, Anda ingin mengubah warna dan jenis huruf dari nama bulan. Klik nama tersebut, dan tunggu boks “Month/year” muncul. Untuk mengubah jenis huruf, klik tombol [Font..], lalu pilih huruf baru dari boks yang muncul berikut warnanya dari tombol [Color…]. Untuk menyudahi, klik [OK]. Oh ya, setiap komponen juga bisa digeser lokasinya dengan pointer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Untuk mulai mencetak, siapkan printer dan koneksikan ke PC. Jangan lupa kertasnya. Klik [File] &gt; [Print…]. Pilih halaman bulan apa saja yang hendak dicetak dari boks “Print”. Klik angka bulan, lalu klik [&gt;&gt;]. Lanjutkan dengan memilih nama printer, lalu klik [Print].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Setelah semua tercetak, gabungkan kalender menggunakan klip spiral yang bisa Anda beli di toko buku dan stationery. Jangan lupa buat dulu lubang-lubang di bagian atas kalender dengan alat pembuat lubang. Selanjutnya, kalender tinggal dipasang di dinding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TIP1:&lt;/strong&gt; Membuat Kalender dengan Publisher&lt;br /&gt;Jika di komputer Anda sudah tersedia aplikasi Microsoft Office, Anda sudah bisa membuat kalender foto. Caranya, manfaatkan bantuan aplikasi Microsoft Publisher. Pertama-tama, jalankan aplikasi, lalu pilihlah kategori [Calendar] dari panel di sisi kiri layar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Anda tinggal memilih template yang tersedia untuk digunakan. Hampir semuanya bermodel kalender dinding. Namun, beberapa bisa diakali menjadi kalendar meja. Di sini Anda dapat pula mengatur penanggalan yang hendak dipakai melalui boks di panel kanan bawah. Tentukan bulan penanggalan yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di langkah selanjutnya, klik-dobel salah satu template untuk mengatur layout dan ukuran kalender, warna, hingga menambah serta membuang komponen. Atur setiap lembaran kalender. Masukkan foto dengan mengklik [Insert] &gt; [Picture] untuk memasukkan foto diri Anda. Ikuti proses sampai tuntas, kemudian cetaklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TIP2&lt;/strong&gt;: Aplikasi Pembuat Kalender Foto Gratisan&lt;br /&gt;• Fotobook Editor 4.7 (www.fotobook.co.uk)&lt;br /&gt;• TKexe Kalender 1.0.9.4 (www.tkexe.de)&lt;br /&gt;• ArcSoft Print Creations (www.arcsoft.com)&lt;br /&gt;• Focusviewer 2.1 (www.focussoft.net)&lt;br /&gt;• Imagistik Calendar Builder 2 (www.informatik.com)&lt;br /&gt;• CalendarPainter 1.0i (www.waseo.de/?lng=en)&lt;br /&gt;• My Photo Calendars &amp;amp; Cards build 1.1.2 (www.digi-labs.net)&lt;br /&gt;• Adobe Photoshop Album Starter Edition 3.2 (www.adobe.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sumber: PCplus&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-1144902635119467750?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/1144902635119467750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/04/kamis-8-april-2009-0900-wit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1144902635119467750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1144902635119467750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/04/kamis-8-april-2009-0900-wit.html' title='Membuat kalender unik'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sd1GW3cm0jI/AAAAAAAAADY/I2O4dsbGtzc/s72-c/1602371p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-1776772033880447384</id><published>2009-03-11T18:03:00.001+08:00</published><updated>2009-09-14T21:24:37.762+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa kuliah semester 2'/><title type='text'>Arah Hidupku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sq5DvxIEmlI/AAAAAAAAAE4/2LjIox_2Gv0/s1600-h/IMG_0649.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sq5DvxIEmlI/AAAAAAAAAE4/2LjIox_2Gv0/s400/IMG_0649.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381313092674427474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Hidup mahasisswa, hidup rakyat" kata yang ingin ku terikakan...!&lt;br /&gt;      aku selalu berusaha tapi, aku tak mampu....! aku tak tahu akan hal itu...! apakah hal itu timbul karena keinginanku,,,,,!&lt;br /&gt;walaupun aku tak mampu, aku selalu berharap agar suatu hari nanti aku mampu tuk meneriakan hal itu, namun tidak hanya kata kata yang keluar dari dalam mulutku tapi, dengan hati yang ikhlas akan ku tegakan hal itu,,,,&lt;br /&gt;        aku lahir di ternate, tanggal 20 desember, tahun 1989 tepatnya pada hari rabu...!&lt;br /&gt;aku dibesarkan oleh sebuah keluarga yang sangat baik, aku sangat bersyukur karena di lahirkan kedunia ini dititipkan pada keluarga yang muslim.....!!!&lt;br /&gt;aku memulai sekolah di tk seruni......! banyak orang berkata bahwa aku nanti tak akan mampu melanjutkan sekolah, karena aku sangat nakal. namun seiring berjalanya waktu akhirnya aku sedikit demi sedikit mengalami peningkatan, waktu aku SD, ( SD negeri 2 indonesiana ) aku hampir tak naik kelas hanya karena nilai matematika ku jelek...! namun setelah pengumuman kelulusan, aku termasuk 10 orang yang bernilai tinggi, kemudian aku terus berkembang saat aku smp ( smp n 1 tidore ) aku selalu menjadi juara kelas, kemudian aku masuk sma dengan predikat yang memuaskan, di saat sma lah aku menemukan jati diriku dan kemana arah yang aku tuju...! ternyata di saat pendaftaran mahasiswa baru berprestasi hanya aku beserta ke 2 temanku ( rio dan mun ) yang lolos menjadi mahasiswa unhas....&lt;br /&gt;aku memilih jalanku sendiri, yaitu "perikanan"  sebagian orang berkata bahwa menjadi mahasiswa perikanan sangatlah rendah bila di bandingkan dengan fakultas lain, namun aku selalu mendengarkan kata hatiku beserta dorongan dari keluargaku, akhirnya tekadku bulat untuk masuk ke dunia perikanan...&lt;br /&gt;            akhirnya aku kuliah di perikanan, aku sangat bangga dapat bergabung dengan keluarga besar perikanan, di dalam keluarga perikananlah aku mendapat jawaban dari semua pertanyaanku selama ini.....!&lt;br /&gt;          " jangan pernah menilai sesuau dari luarnya saja, tapi coba masuk dan lihat apa sebenarnya yang ada di dalam"&lt;br /&gt;keberhasilan itu berasal dari kemauan dan doa,,,,, jika ada kemauan pasti ada jalan,&lt;br /&gt;                                          " if you want you can do it"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-1776772033880447384?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/1776772033880447384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/03/arah-hidupku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1776772033880447384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/1776772033880447384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/03/arah-hidupku.html' title='Arah Hidupku'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sq5DvxIEmlI/AAAAAAAAAE4/2LjIox_2Gv0/s72-c/IMG_0649.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-7388947263351676957</id><published>2009-03-11T11:56:00.000+08:00</published><updated>2009-03-11T18:53:10.244+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masa sma kelas 3 ipa 3'/><title type='text'>persahabatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sbc2el1DuVI/AAAAAAAAACY/iy4r1FDG0KA/s1600-h/2575_1037281658654_1423880314_30138877_806330_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 275px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sbc2el1DuVI/AAAAAAAAACY/iy4r1FDG0KA/s400/2575_1037281658654_1423880314_30138877_806330_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311774184685418834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                                                    """""ivan n friends"""""&lt;br /&gt;             persahabatan sangatlah penting,,,, jangan pernah mencari musuh, karena musuh akan menyulitkan kita, namun carilah teman yang banyak karena temanlah yang mampu mengisi kekosongan dalam setiap langkah,.....&lt;br /&gt;             jangan pernah melihat apa yang di berikan orang kepadamu tapi lihatlah apa yang mampu kau berikan untuk orang lain....&lt;br /&gt;janan pernah menjadi seorang pengecut yang hanya mampu bersembunyi di belakang orang lain, tapi, berjalanlah sederajat, karena hal itu akan membuatmu lebih terhormat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-7388947263351676957?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/7388947263351676957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/03/ivan-and-gank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/7388947263351676957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/7388947263351676957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/03/ivan-and-gank.html' title='persahabatan'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/Sbc2el1DuVI/AAAAAAAAACY/iy4r1FDG0KA/s72-c/2575_1037281658654_1423880314_30138877_806330_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6831701915364778314.post-271554392989185395</id><published>2009-03-09T16:51:00.000+08:00</published><updated>2009-03-11T18:56:32.496+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='untukmu lautku'/><title type='text'>cerita lautku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/SbeYjSqkn7I/AAAAAAAAACo/i8R6SWV7Qk0/s1600-h/tidore.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/SbeYjSqkn7I/AAAAAAAAACo/i8R6SWV7Qk0/s400/tidore.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311882017580031922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-family:lucida grande;" &gt;ni cerita tentang lautku yang tak lagi tawarkan lara dalam dendang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-family:lucida grande;" &gt; Limbah nyata memberangus mimpi anak negeri di pulau kepungan awan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-family:lucida grande;" &gt; Deru perubahan serupa pisau bermata dua hadirkan pilihan tak rupawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 255, 0);font-family:lucida grande;" &gt; Ketika pembangunan di atasnamakan meski sejatinya angkara dipegang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); text-align: left;"&gt;Lautku menjelma keruh di antara ratapan nelayan dan kanak-kanak pasir&lt;br /&gt;Senyum yang dahulu merekah bertukar kerut di kening yang kian renta&lt;br /&gt;Tak lagi akan kau jumpai ketam bawang berbagi rerupa canda di tapak pesisir&lt;br /&gt;Tanah liat  menghalaunya ke ceruk landai  meratap kisah di sumsum senja&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); text-align: left;"&gt;Dongengan apalagi yang akan kubaca untuk anak-anak  cucuku kelak&lt;br /&gt;Tentunya bukan tentang hutan bakau tempat sembilang beranak pinak&lt;br /&gt;Ataupun ceritera tentang setu dan ondok-ondok melingkup ombak&lt;br /&gt;Apalagi tentang terumbu karang istana seribu purnama yang paling tunak&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); text-align: left;"&gt;Kini, laut tak lagi janjikan penghidupan bagi kami para nelayan&lt;br /&gt;Angin utara ataupun timur tinggal sejarah dalam bumi yang kalap&lt;br /&gt;Kepada tujuh keturunanku kulantangkan ucap di kaki zaman&lt;br /&gt;Biar asin air di tampah jangan pernah usai menyemai harap&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); text-align: left;"&gt;27.10.2008&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; color: rgb(51, 51, 255);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255); text-align: left;"&gt;&lt;span&gt;Dalam bahasa ibuku, kujelaskan arti dari kata-kata : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ketam Bawang : Sejenis kepiting kecil yang selalu bermain di atas pasir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Sembilang  : Nama sejenis ikan laut yang menyerupai lele. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Setu : Digunakan untuk menyebut tumbuhan laut tempat tinggal biota laut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;Ondok-ondok : Kuda Laut &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6831701915364778314-271554392989185395?l=untuklautku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://untuklautku.blogspot.com/feeds/271554392989185395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/03/cerita-lautku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/271554392989185395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6831701915364778314/posts/default/271554392989185395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://untuklautku.blogspot.com/2009/03/cerita-lautku.html' title='cerita lautku'/><author><name>irfan alwi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17882873393517751046</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='15' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-wYOIhlpXvWs/TdpYU74_5YI/AAAAAAAAAJ4/f2mNCAeVHk8/s220/ime.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_kPLnwYp6WkY/SbeYjSqkn7I/AAAAAAAAACo/i8R6SWV7Qk0/s72-c/tidore.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
