Sabtu, 25 Desember 2010

kandungan kimia air laut


Sebagaimana halnya sifat air murni maka air lautpun mampu melarutkan zat zat lain dalam jumlah yang lebih banyak kandungan air laut berupa : 96,5 % air murni dan 3,5% zat terlarut. Zat terlarut tersebut meliputi garam garam anorganik, senyawa senyawa organic yang berasal dari organisme hidup, dan gas gas terlarut. Banyak sekali unsure unsure kimia utamayang terdapat dalam air laut. Bagian terbesar dari bahan terlarut terdiri dari garam garam anorganik.

Air laut sebagai tempat hidup berbagai biota tidak selalu aman walaupun secara fisik tampak bersih dan jernih. Air laut kadang kadang membahayakan. Hal ini dikarenakan adanya zat kimia tertentu yang dapat menjadi racun bagi biota tersebut. Zat zat beracun tersebut dikenal sebagai bahan pencemar (polutan).zat tercemar tersebut umumnya berasal dari sungai/hujan yang mengalir kelaut.
Bahan pencemar dapat berupa :
1. Bahan padatan/cairan
2. Bahan organic/anorganik

Bahan padatan misalnya kaleng, botol dan kantong plastic. Semua padatan yang ada berasal dari manusia,, so jika kalian ingin pantai kita tidak tercemar dengan limbah padatan alangkah baiknya kita menempatkan sampah pada tempatnya. Kemudian bahan cair bersumber dari pabrik, tumpahan minyak, dan air buangan rumah tangga,,, jadi semua limbah yang ada di perairan tidak lain dan tidak bukan berasal dari manusia itu sendiri, so jangan pernah menyalahkan alam atas bencana yang mendatangi kita. Sedangkan bahan organic yaitu bahan yang dapat diurai atau hancur, seperti sayur sayuran,, sampah daun daunan, dan jerami padi. Bahan anorganik adalah bahan yang tidak dapat di urai, seperti unsure unsure kimia : Hg dan Cd.

Semua bahan pencemar yang disebutkan di atas berasal dari aktivitas manusia seperti industry, pertanian, rumah tangga, alat transportasi, rumah sakit dan lain lain. Banyaknya bahan pencemar yang masuk kedalam perairan akan menyebabkan terganggunya kehidupan biota didalamnya. Mengapa ..? karena hal ini mengakibatkan kandungan oksigen yang terlarut di dalam perairan menjadi berkurang.

Sumber :
Pratiwi, R., dkk., 2008. Pesona Laut Kita.Jakarta:COREMAP-LIPI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar